Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Idul Adha, Peternak Perketat Pengawasan Hewan Kurban untuk Cegah PMK

Permintaan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah sehingga peternak memperketat pengawasan kesehatan ternak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Jelang Idul Adha, Peternak Perketat Pengawasan Hewan Kurban untuk Cegah PMK
HO/IST
KESEHATAN TERNAK KURBAN - Pelaku usaha peternakan Sonny Eko Kustiawan memeriksa kondisi kambing kurban di kandangnya jelang Idul Adha 1447 Hijriah. Peningkatan permintaan hewan kurban membuat peternak memperketat seleksi kesehatan ternak guna mengantisipasi risiko penyebaran PMK 

Ringkasan Berita:
  • Permintaan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah sehingga peternak memperketat pengawasan kesehatan ternak untuk mencegah penyebaran PMK
  • Masyarakat diimbau lebih cermat memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat.
  • Kementerian Pertanian juga memperkuat pengawasan serta meminta masyarakat membeli hewan kurban dari lapak resmi bersertifikat kesehatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban mulai meningkat di sejumlah daerah.

Kondisi ini membuat peternak memperketat pengawasan kesehatan ternak guna mengantisipasi risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pelaku usaha peternakan, Sonny Eko Kustiawan, mengatakan peningkatan permintaan sapi, kambing, dan kerbau mulai dirasakan seiring banyaknya masyarakat yang mencari hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini.

“Permintaan tahun ini mulai meningkat. Kami terus melakukan sortir agar kambing yang dipilih benar-benar sehat dan memiliki kondisi fisik yang baik,” ujar Sonny dalam keterangan yang dikutip, Minggu (10/5/2026).

Menurut Sonny, masyarakat perlu lebih cermat saat memilih hewan kurban untuk menghindari risiko penyakit pada ternak, termasuk PMK yang sempat merebak dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut masih banyak pembeli yang belum memahami indikator kesehatan hewan kurban sehingga berpotensi memilih ternak yang tidak memenuhi syarat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jangan sampai memilih hewan yang terlihat lesu, sakit, atau memiliki cacat fisik,” kata Owner Sonny Berkah Farm (SBF) ini.

Sonny menjelaskan, salah satu tanda hewan tidak sehat dapat dilihat dari adanya cairan yang keluar dari hidung, telinga, maupun area anus. Selain itu, kondisi bulu juga menjadi parameter penting dalam menentukan kesehatan ternak.

“Hewan yang sehat umumnya memiliki bulu bersih dan mengilap. Kalau terlihat kusam dan tidak terawat, sebaiknya dihindari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan syarat hewan kurban terpenuhi, seperti usia yang cukup, berjenis kelamin jantan, serta tidak cacat maupun pincang.

Di sisi lain, Sonny Berkah Farm rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan perawatan ternak secara berkala agar kondisi hewan tetap prima hingga hari penyembelihan.

“Kami ingin memastikan konsumen mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menegaskan pengawasan kesehatan hewan kurban terus diperketat guna mencegah penyebaran penyakit dan memastikan keamanan pangan masyarakat.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan kurban harus memenuhi aspek kesehatan hewan, kesejahteraan ternak, serta higienitas dan sanitasi.

“Pengawasan dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan hingga pemeriksaan setelah pemotongan,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas