Gema Waisak Pindapata Nasional 2026, Menag Nasaruddin Umar: Ajarkan Kepedulian
Prosesi pindapata berlangsung khidmat dengan rute berjalan kaki secara meditatif dari Bundaran Mega Glodok Kemayoran menuju Bundaran BNI PPKK
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Eko Sutriyanto
“Kami berharap kegiatan pindapata yang menjadi tradisi kemurahan hati, tradisi pengabdian, dan tradisi keyakinan ini juga bisa bermanfaat secara sosial,” kata anggota Komisi IV DPR RI itu.
Ia menilai pelaksanaan Pindapata Nasional di Jakarta mencerminkan kehidupan masyarakat yang plural dan harmonis. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri umat Buddha, tetapi juga disaksikan masyarakat lintas agama.
“Ini menjadi kekuatan Indonesia, khususnya Jakarta, di tengah keberagaman yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Subhapanno Mahathera mengatakan, pindapata merupakan tradisi luhur Buddhis yang telah berlangsung sejak masa Buddha Gotama dan terus diwariskan sebagai praktik kebajikan.
“Pindapata adalah salah satu bentuk dana. Bila dana dilaksanakan dengan baik maka kemoralan akan lebih sempurna. Keteguhan batin dan kebijaksanaan juga akan berkembang,” ujar Bhikkhu Subhapanno Mahathera.
Ketua Umum Dharmapala Nusantara Kevin Wu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kehadiran Menag Nasaruddin Umar dalam Pindapata Nasional 2026.
“Kehadiran Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar untuk kedua kalinya mencerminkan dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama serta penguatan nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kevin Wu yang juga anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Selain prosesi pindapata, rangkaian Gema Waisak Nasional 2026 juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan sosial, layanan Traditional Chinese Medicine (TCM), serta penyebaran eco enzyme sebagai bagian dari program ekoteologi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama, anggota DPRD DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para tokoh organisasi keagamaan Buddha, serta sejumlah organisasi umat Buddha, antara lain Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia, Wanita Theravada Indonesia, dan Pemuda Theravada Indonesia.
Baca tanpa iklan