Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR, Hidayat Nur Wahid: Sound System Akan Dievaluasi
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan sound system dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI akan dievaluasi.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Sound system dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI akan dievaluasi.
- Sebelumnya, muncul polemik LCC tingkat Kalimantan Barat karena salah satu peserta dianggap menjawab dengan artikulasi yang kurang jelas.
- Jawaban itu dinilai benar, tetapi disalahkan oleh dewan juri.
TRIBUNNEWS.COM – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan sound system dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI akan dievaluasi.
Evaluasi dilakukan setelah muncul polemik LCC tingkat Kalimantan Barat pada hari Sabtu, (9/5/2026).
Awalnya Grup C asal SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin setelah jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri. Namun, pada pertanyaan yang sama, Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh tambahan 10 poin meski memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.
Grup C memprotes karena merasa jawaban yang mereka sampaikan sama dengan jawaban Grup B. Saat menanggapi protes, dewan juri menyebut pada jawaban awal Grup C tidak terdengar penyebutan “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD.
Situasi sempat memanas ketika peserta Grup C meminta pendapat penonton tentang apakah penyebutan DPD terdengar atau tidak. Namun, pembawa acara menegaskan keputusan tetap berada di tangan dewan juri karena menganggap juri sudah berkompeten dan sangat teliti.
“Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja. Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai,” kata pembawa acara.
Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni yang hadir saat babak final justru meminta peserta memperhatikan artikulasi ketika peserta menjawab.
"Begini, ya, kan sudah diperingatkan dari awal, ya, artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas, ya. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” sahut Indri.
"Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan!” katanya.
Permasalahan yang berkaitan dengan suara itu kemudian disorot oleh MPR dan disampaikan oleh Hidayat. Dia mengatakan ada banyak hal yang harus dievaluasi, salah satunya adalah sound sytem.
“Termasuk juga informasi kepada para peserta tentang bagaimana menggunakan sound system yang ada supaya tidak terjadi lagi kondisi di mana yang disuarakan tidak terdengar dengan baik supaya tidak ada lagi mispersepsi dari juri atas apa yang dinyatakan oleh peserta,” kata Hidayat dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (12/5/2026).
“Padahal, sesungguhnya apa yang dilakukan peserta itu adalah baik dan benar, tetapi mungkin tidak terdengar dengan baik atau tertangkap dengan baik karen faktor audio visual atau sound system.”
Baca juga: Reaksi Muzani Digugat ke PN Jakpus Imbas Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar
Hidayat berkata pihaknya sepakat dengan Sekretariat Jenderal MPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam penyelenggaraan LCC, termasuk menonaktifkan tim juri yang bermasalah.
Juri dipanggil, pertandingan diulang
Pimpinan MPR RI telah memanggil dan menegur dua juri LCC di Kalimantan Barat, yakni Dyastasita W.B. dan Indri Wahyuni.
"Sudah. Tadi kita panggil. Sudah kita tegur," ungkap Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).