Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Tak Kunjung Minta Maaf, Pengamat: Mereka Masih Sangat Arogan

Pengamat mengatakan seharusnya para juri LCC itu sebelumnya melakukan cross check terlebih dahulu dengan panitia acara terkait jawaban peserta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Indra mengatakan bahwa para juri masih bersikap arogan dengan keputusan mereka sebelumnya karena hingga kini belum minta maaf.
  • Menurut Indra, seharusnya para juri LCC itu sebelumnya melakukan cross check terlebih dahulu dengan panitia acara terkait jawaban peserta, bukan malah bersikap arogan karena mereka jurinya.
  • Di sisi lain, Ketua MPR RI mengatakan juri LCC itu tidak perlu lagi menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada publik, terkait polemik penilaian final lomba tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji, menilai juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat provinsi di Kalimantan Barat (Kalbar), masih sangat arogan karena sampai saat ini belum menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi.

Adapun, juri yang dimaksud itu adalah Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni.

Acara LCC itu sebelumnya menjadi kontroversi setelah video perdebatan peserta dan dewan juri ramai di media sosial, yakni saat Grup C dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri yang menganggap jawaban mereka salah dalam sesi rebutan pertanyaan saat perlombaan berlangsung.

Siswi bernama Josepha Alexandra yang mengajukan keberatan kepada dewan juri atas hal tersebut.

Kala itu, jawaban dari peserta Grup C soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diwakili oleh siswi Josepha, dianggap salah sehingga nilainya dikurangi lima poin. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan saat Grup B dari SMAN 1 Sambas menjawab dengan jawaban yang sama persis, mereka dinyatakan benar dan mendapatkan tambahan 10 poin.

Meski Grup C telah melayangkan proses terhadap hal ini, dewan juri tidak mendengarkannya dan menjelaskan bahwa keputusan mutlak berada di tangan mereka. Begitu pun dengan pembawa acaranya yang menegaskan keputusan tetap berada di tangan dewan juri.

Lomba pun tetap dilanjutkan dan SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara pertama untuk mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional.

Untuk saat ini, diketahui baru dari pihak MPR RI yang menyampaikan permohonan maaf, sementara juri yang bersangkutan belum.

Oleh karena itu, Indra mengatakan bahwa para juri masih bersikap arogan dengan keputusan mereka sebelumnya.

"Saya belum melihat dari para juri yang melakukan misalnya membuat pernyataan maaf secara resmi kan begitu. Jadi sepertinya masih sangat arogan dengan keputusan mereka," ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Viral Cerdas Cermat 4 Pilar, Ketua MPR RI Ungkap 5 Poin Keputusan: Diulang, Diawasi MPR Langsung

Sementara itu, pembawa acara yang saat itu juga terkena imbas sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Namun, dia kehilangan banyak pekerjaan buntut permasalahan ini.

"Jadi itulah kita dalam memperjuangkan keadilan itu memang memang selalu ada tantangannya ya. Tapi ini sebuah hal yang positif buat kita semua, ini membangunkan kita semua dari mungkin selama ini menganggap 'ah yang namanya Pancasila itu ya cuman di pelajaran PPKn doang, enggak pernah ada enggak pernah ada implementasinya dalam kehidupan', ternyata tidak."

"Ini kan bukti nyata bagaimana persatuan Indonesia itu sangatlah penting dan bisa membawa membuat perubahan nyata," papar Indra.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas