Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR Setuju Pernyataan Prabowo soal Rupiah Melemah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa

Misbakhun menyatakan setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo bahwa masyarakat tidak perlu panik menanggapi terus melemahnya nilai tukar rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Dewi Agustina
zoom-in DPR Setuju Pernyataan Prabowo soal Rupiah Melemah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
MELEMAHNYA RUPIAH - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat, khususnya di pedesaan, tidak perlu panik menanggapi terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Menurut dia, jika bahan baku mahal, hal ini berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi dan memukul sektor-sektor penopang pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI sendiri, kata Misbakhun, telah mengakui bahwa posisi rupiah saat ini berstatus undervalued, padahal fundamental ekonomi Indonesia diklaim sangat kuat.

"Ketika fundamental ekonomi sangat kuat kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah?" ungkapnya. 

Karena itu, politikus Partai Golkar ini mendorong BI mengambil langkah konkret untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Kondisi Pangan dan Energi Nasional Aman

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. 

Rekomendasi Untuk Anda

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo membandingkan ketahanan Indonesia dengan negara-negara lain yang saat ini sedang mengalami kepanikan akibat krisis geopolitik global. 

Menurutnya, situasi dunia memang menekan rantai pasok, namun Indonesia justru mampu bertahan bahkan mengekspor komoditas ke luar negeri.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.

Ia menjabarkan sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil kini mengantre untuk membeli komoditas dari Indonesia, baik berupa pupuk urea maupun beras. Hal ini menjadi bukti bahwa sektor riil Indonesia berjalan di jalur yang benar. 

Namun, di tengah capaian positif tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada para unsur pimpinan di dalam negeri. Ia meminta para elit dan pemegang kekuasaan untuk tetap loyal dan fokus berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas