Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jet Tempur Rafale Terus Berdatangan, TNI AU Targetkan Cetak 12 Pilot hingga Akhir 2026

Di balik datangnya enam unit jet tempur Rafale terdapat tantangan besar yang harus segera diselesaikan oleh TNI AU, yakni ketersediaan pilot.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jet Tempur Rafale Terus Berdatangan, TNI AU Targetkan Cetak 12 Pilot hingga Akhir 2026
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
ALUTSISTA BARU - Penampakan pesawat tempur Rafale dan Radar GCI GM403 di Apron Pandawa, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Alutsista strategis ini diserahkan kepada TNI AU guna memperkuat kedaulatan dan modernisasi pertahanan udara Indonesia 

Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal M. Tonny Harjono, melakukan serangkaian prosesi simbolis.

Salah satu momen penting dalam penyerahan ini adalah pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 sebagai tanda resmi operasional unit pesawat tempur tersebut.

Tak hanya itu, sebagai bentuk syukur dan tradisi di lingkungan TNI AU, Presiden Prabowo juga melakukan prosesi penyiraman air kembang pada bagian pesawat tempur Rafale.

Setelah prosesi adat selesai, Presiden menyerahkan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI, yang kemudian diteruskan kepada Kasau sebagai tanda beralihnya tanggung jawab operasional alutsista tersebut.

Jet tempur Rafale menjadi bintang utama dalam jajaran alutsista yang diserahkan.

Pesawat tempur multirand buatan Prancis ini dilengkapi dengan senjata mematikan berupa Rudal Meteor untuk pertempuran udara jarak jauh serta munisi presisi Smart Weapon Hammer yang sangat efektif menghancurkan sasaran di darat dengan tingkat akurasi tinggi.

Selain jet tempur, Presiden Prabowo juga menyerahkan empat unit pesawat Falcon 8X yang dirancang untuk mendukung misi komando dan pengawasan dengan fleksibilitas tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada pula satu unit pesawat angkut berat A400M MRTT yang memiliki kemampuan istimewa berupa air-to-air refuelling atau pengisian bahan bakar di udara, sehingga jet tempur TNI AU dapat terbang lebih jauh dan lebih lama tanpa perlu mendarat.

Lini pertahanan udara ini semakin lengkap dengan diserahkannya Radar GCI GM403.

Radar mutakhir ini berfungsi sebagai "mata" yang mampu mendeteksi dini setiap ancaman di langit Nusantara dan bertugas mengarahkan pesawat tempur TNI untuk melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah Indonesia.

Usai prosesi penyerahan kunci, Presiden Prabowo menyempatkan diri melakukan peninjauan langsung ke dalam kokpit pesawat Rafale serta mengecek kecanggihan sistem Radar GCI.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas