Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, tapi Bermimpi Hidup Layak
Prabowo menegaskan bahwa rakyat sebenarnya tidak bermimpi untuk menjadi orang kaya tetapi cukup bisa hidup dengan layak.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia tidak bermimpi untuk hidup kaya raya tetapi cukup bermimpi agar bisa hidup dengan layak.
- Dia menilai harapan rakyat Indonesia sebatas bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, hingga kesehatan.
- Menurutnya demi tercapainya hal tersebut, maka penerapan Pasal 33 UUD 1945 harus dilakukan secara baik.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyebut rakyat Indonesia tidak bermimpi untuk menjadi orang kaya tetapi cukup memiliki hidup yang layak di mana kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi.
Hal ini disampaikannya saat berpidato dalam Sidang Paripurna DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2206).
Prabowo menganggap ketika sudah bisa makan setiap hari, memiliki rumah layak huni, hingga terjamin kesehatannya, maka itulah mimpi yang sudah terwujud bagi masyarakat.
"Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak dan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, bisa membeli susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak atau bapak mereka sakit."
"Mereka bermimpi bisa memiliki rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita," tuturnya.
Demi mewujudkan mimpi rakyat tersebut, maka Prabowo menegaskan perlunya penerapan secara baik terhadap Pasal 33 UUD 1945.
Dia menegaskan seluruh kekayaan alam yang terkandung harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
"Jika kita jalani itu dengan baik dan konsekuen, maka negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak," tegasnya.
Baca juga: Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,40 Persen dari PDB di 2027
Prabowo juga ingin agar petani dan nelayan Indonesia memiliki pendapatan yang layak melalui hasil panen maupun tangkapannya.
Khusus untuk nelayan, ia berjanji akan membangun 5.000 desa nelayan selama tiga tahun depan. Dia menyebut pada tahun ini, total sudah ada 1.386 desa nelayan yang terbangun.
"Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membikin cool storage di tiap desa nelayan. Dan kita akan membikin SPBU di tiap desa nelayan," tuturnya.
Prabowo juga berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pelaku UMKM, dan lansia.
Target Ekonomi 2027
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan target capaian ekonomi Indonesia untuk tahun 2027.
Pertama, ia menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk tahun 2027 berada pada kisaran Rp16.800-Rp17.500.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ada pada rentang Rp16.800-Rp17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah yang mampu untuk menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia," katanya.
Selain itu, dia juga menargetkan pendapatan negara tahun 2027 pada kisaran 11,82-12,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga: Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Nilai Tukar Rupiah Maksimal Rp17.500, Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen
Prabowo juga menyampaikan soal belanja negara untuk mendukung program prioritas tahun depan.
"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program vital kita, belanja negara berada pada kisaran 13,62-14,80 persen dari PDB kita," jelasnya.
Lalu, Prabowo juga menargetkan terkait defisit anggaran pada tahun 2027 yakni di kisaran 1,8-2,4 persen dari PDB.
"Dan kita akan berjuang terus untuk memperkecil defisit ini," ujarnya.
Selanjutnya, ia mengungkapkan target terkait suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5-7,3 persen.
Prabowo mengatakan inflasi pada tahun 2027 ditargetkan akan dijaga pada kisaran 1,5-3,5 persen. Ia juga menyebutkan target harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70-95 dolar AS per barel.
"Lifting minyak mentah 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934-977 ribu setara minyak bumi per hari," ujarnya.
Prabowo juga menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027 di kisaran 5,8-6,5 persen. Target ini, sambungnya, demi tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8-6,5 persen pada tahun 2027 menuju ekonomi 8 persen tahun 2029," katanya.
Demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi tersebut, Prabowo akan mewujudkannya dengan program yang meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," tuturnya.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF di DPR, Biasanya Menkeu
Prabowo pun menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi pada kisaran 6-6,5 persen dari sebelumnya yakni 6,5-7,5 persen di tahun 2026.
Lalu, tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,3-4,8 persen.
"Lebih lanjut rasio gini kita targetkan semakin membaik pada rentang 0,362-0,367 dari target sebelumnya 0,377-0,38. Jarak antara yang kaya dengan yang miskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," jelasnya.
Ia menargetkan indeks modal manusia meningkat pada tahun 2027 sebesar 0,575 di mana di tahun sebelumnya yakni 0,57.
Selanjutnya, indeks kesejahteraan petani ditargetkan meningkat 0,8038 pada tahun depan.
"Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk kita tingkatkan lagi," tuturnya.
Prabowo juga menargetkan akan membuka lapangan kerja besar-besaran tahun depan agar target proporsi penciptaan lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen pada tahun 2027.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.