Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aria Bima: Kritik PDIP ke Pemerintahan Prabowo Adalah Bentuk Checks and Balances

Aria Bima berkata kritik yang disampaikan PDIP kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari mekanisme demokrasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Aria Bima: Kritik PDIP ke Pemerintahan Prabowo Adalah Bentuk Checks and Balances
Tribunnews.com/Istimewa
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna DPR yang agendanya yakni penyampaian kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Politikus PDIP Aria Bima berkata kritik dari partainya untuk pemerintahan Prabowo Subianto adalah bentuk checks and balances.
  • Prabowo menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang memilih untuk berada di luar pemerintahan.
  • Prabowo menilai terkadang kritik yang dilontarkan para politisi PDIP kepada pemerintah sangatlah keras.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari PDIP, Aria Bima, menegaskan kritik yang disampaikan partainya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari mekanisme demokrasi dan bentuk dukungan dengan cara yang benar.

Hal itu disampaikan Aria Bima untuk merespons pernyataan Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI yang sempat menyinggung kritik keras PDIP terhadap pemerintah.

“Yang disampaikan Pak Prabowo tadi sebenarnya marwah PDIP adalah kata lain kritis di dalam konteks checks and balances itu juga membela pemerintah. Tetapi dengan cara yang benar,” kata Aria kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Menurut Aria, kritik yang dibangun pihaknya tidak didasarkan pada kepentingan politik semata, melainkan berpijak pada konstitusi, Pancasila, dan kepentingan rakyat.

“Benar dalam konteks Pancasila, konstitusi, dan keberpihakan pada rakyat. Kalau PDIP lebih pada wong cilik,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Aria menegaskan PDIP tidak memiliki sikap apriori terhadap pemerintahan Prabowo meski memilih berada di luar kabinet.

Ia juga membantah anggapan bahwa partainya sekadar melontarkan kritik tanpa dasar atau bersikap antipati kepada pemerintah.

Menurut Aria, posisi PDIP saat ini adalah sebagai mitra strategis pemerintah yang tetap menjalankan fungsi pengawasan secara kritis.

Karena itu, partainya akan tetap bersuara keras apabila kebijakan pemerintah dinilai menyangkut kepentingan rakyat, konstitusi, maupun ideologi negara.

“Parlemen ini butuh kekuatan kritis yang eksis. Partai yang di luar pemerintah mampu memberikan kritik yang benar-benar membunyikan suara-suara alternatif,” kata Aria.

Baca juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP karena Berkorban jadi Oposisi

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada PDIP yang memilih untuk berada di luar pemerintahan. Menurut Presiden dalam negara demokrasi peran checks and balances sangatlah penting.

Hal itu disampaikan Presiden dalam pidatonya secara langsung mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah di rapat paripurna DPR RI, Rabu, (20/5/2026).

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati dan saya hargai itu demokrasi kita perlu checks and balances,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku mengerti bahwa PDIP telah berkorban untuk berada di luar pemerintahan. Ia ingin mengucapkan terima kasih kepada partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu karena berjasa menjaga demokrasi dengan adanya partai di luar pemerintahan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas