Bicara Sisa Kekayaan Indonesia, Prabowo: Ini Sebabnya Gaji Guru Kecil
Prabowo Subianto membahas soal kekayaan Indonesia saat sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto membahas soal kekayaan Indonesia saat sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
- Ia mengatakan sisa kekayaan Indonesia saat ini terlalu kecil dibandingkan pendapatan yang diperoleh.
- Menurut Prabowo, hal itulah yang membuat gaji guru hingga ASN kecil.
TRIBUNNEWS.com - Presiden Prabowo Subianto memaparkan nominal kekayaan Indonesia selama 22 tahun dalam kurun waktu 2004-2025.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri sidang paripurna DPR RI "Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027" di Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menyampaikan Indonesia memperoleh kekayaan senilai 436 miliar dolar AS selama 22 tahun.
Namun, dari total tersebut, angka yang dikeluarkan lebih dari setengahnya, yakni mencapai 343 miliar dolar AS.
Artinya, pendapatan negara hanya tersisa 93 miliar dolar AS.
"Keuntungan kita selama 22 tahun adalah 436 miliar dolar AS, (tapi) yang keluar adalah 343 miliar dolar AS," kata Prabowo, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Baca juga: Prabowo: Harusnya Negara Ini Tidak Akan Pernah Krisis Ekonomi, tapi Apa yang Terjadi?
Menurutnya, banyaknya pengeluaran itulah yang membuat gaji guru-guru hingga aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia kecil.
"Selama 22 tahun, kekayaan kita yang tinggal (tersisa) di Indonesia adalah 436 miliar (dolar AS) dikurangi 343 miliar (dolar AS)" ungkapnya.
"Ini sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji penegak aparat hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini anggaran (negara) selalu tidak cukup, tidak kuat, dan sebagainya," imbuh dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga bicara soal pendapatan negara.
Ia mengatakan, Indonesia yang bergabung dengan G20, justru menjadi anggota dengan rasio belanja paling rendah.
Prabowo memaparkan data dari International Monetary Fund (IMF) yang mencatatkan rasio belanja Indonesia adalah 11 persen terhadap PDB.
Angka itu jauh lebih rendah ketimbang negara tetangga, Kamboja dan Filipina dengan masing-masing 15 persen dan 21 persen.
"Indonesia sebagai negara anggota G20, tapi rasio belanja negara kita terhadap produk domestik bruto adalah yang paling rendah di antara negara-negara G20," kata Prabowo, Rabu, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Lebih lanjut, Prabowo meminta pemerintah untuk instropeksi dan sadar mengapa pendapatan Indonesia lebih rendah ketimbang Kamboja dan Filipina.