Bicara Sisa Kekayaan Indonesia, Prabowo: Ini Sebabnya Gaji Guru Kecil
Prabowo Subianto membahas soal kekayaan Indonesia saat sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Garudea Prabawati
"Kita harus instropeksi dan sadar, berani bertanya, kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara-negara itu," ujarnya.
Ia lantas menyinggung pendapatan Indonesia yang masih berada di bawah Malaysia.
Prabowo mempertanyakan, apa yang membuat Indonesia berbeda sehingga pendapatan negara tak maksimal.
"Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia, apa yang sebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita sama orang Malaysia dan Kamboja?" imbuh dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan pendapatan negara bisa mencapai 11,82 sampai 12,40 persen pada 2027 mendatang.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin atau year-on-year (YoY) yang mencapai 11,71 hingga 12,31 persen di tahun 2026.
"Pendapatan negara dalam APBN 2027 kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen produk domestik bruto kita," ucap Prabowo.
Ia menambahkan, peningkatan target pendapatan negara yang turut berasal dari pajak rakyat itu untuk mendukung berbagi program prioritas dan program vital.
Pemerintah menargetkan belanja negara untuk program prioritas itu mencapai kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB.
"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita belanja negara akan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen PDB kita," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)