Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rupiah Terancam Melemah hingga Rp22.000 per Dolar AS, Ferry: Prabowo Dibohongi Menterinya

Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai para menteri Presiden Prabowo Subianto menggampangkan persoalan melemahnya kurs rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Rupiah Terancam Melemah hingga Rp22.000 per Dolar AS, Ferry: Prabowo Dibohongi Menterinya
Kolase Foto Tribunnews
KURS RUPIAH - Ekonom Ferry Latuhihin (kiri) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan). Ferry Latuhihin menilai para menteri Presiden Prabowo Subianto menggampangkan persoalan melemahnya kurs rupiah. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonom Ferry Latuhihin menilai para menteri Presiden Prabowo Subianto menggampangkan persoalan menurunnya nilai tukar rupiah.
  • Menurut Ferry, para menteri sengaja ingin mengibur Prabowo agar dia senang.
  • Dia berkata nilai tukar rupiah berpotensi memburuk hingga Rp22.000 per dolar AS.

TRIBUNNEWS.COM – Ekonom senior Ferry Latuhihin menyindir para menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto yang berusaha menghiburnya di tengah buruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Adapun menurut laman resmi Bank Indonesia (BI) per hari ini, Senin, 25 Mei 2026, 1 dolar AS setara dengan 18.805 rupiah (kurs jual) dan 17.628 rupiah (kurs beli).

Meski nilai tukar rupiah memburuk, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu menyampaikan optimismenya. Dia meminta masyarakat tidak khawatir.

Berbeda dengan Purbaya, Ferry memperlihatkan pesimismenya. Dia menyebut nilai tukar rupiah bisa makin buruk, bahkan punya kemungkinan menembus angka 22.000 rupiah per 1 dolar AS.

Menurut Ferry kondisi fiskal Indonesia saat ini kedodoran, apalagi ditambah dengan hilangnya kepercayaan para investor.

“Dolar bisa ke Rp22.000,” kata Ferry dalam siniar Hendri Satrio di kanal YouTube hari ini, Senin.

Rekomendasi Untuk Anda

“Belum lagi Mei ini harga-harga minyak yang tinggi itu di-pass through ke produk akhir konsumen. Mei ini year on year inflation bisa double digit, bisa belasan persen.”

Menurut Ferry, Prabowo mungkin mengetahui kondisi buruk ini, tetapi para anak buahnya menggampangkannya.

“Menteri-menterinya ini bilang gampang. Ini enggak masalah. Ya menghibur sifatnya, asal bapak senang,” ujar Ferry yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Kata Ferry, Prabowo mungkin sempat cemas sehingga memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Namun, menteri-menteri Prabowo tetap menebar optimisme dan menggampangkan persoalan nilai tukar rupaih.

Ferry berkata bawahan Prabowo mungkin menghibur Prabowo dengan menyebut bahwa turunnya nilai tukar rupiah hanya dipicu oleh perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Prabowo lalu diyakinkan bahwa rupiah akan kembali ke Rp16.500 per dolar AS.

Baca juga: Sentimen Positif Terkait Perundingan Iran-AS: Ringgit Menguat, Bagaimana dengan Rupiah?

“Iya benar dibohongi. Jadi, Pak Presiden yang mungkin niat awalnya, baik tapi karena dibilang, ‘Gampang, Pak. Tenang, Pak, ini cuma sementara, Pak. Ekonomi kuat,’ jadi lengah,” ucap Ferry.

Dia berujar Purbaya adalah menteri yang paling bertanggung jawab atas kondisi ini karena dia adalah bendahara negara. Lalu, Ferry menyinggung angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang dibangga-banggakan Purbaya.

“Orang ini saya rasa mengejar jumpstart tadi, pengeluaran pemerintah naik hampir 22 persen untuk mengangkat 5,61 persen, cuma untuk membuktikan kita keluar dari jebakan 5 persen,” kata Ferry.

“Padahal, kalau kita breakdown, tanpa pengeluaran itu pertumbuhan ekonomi kita cuma empat kota sekian persen.”

Prabowo targetkan kurs rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas