Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi VI DPR RI Berencana Panggil Direksi PLN Buntut Blackout di Sumatera

Herman Khaeron mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya matinya aliran listrik atau blackout di wilayah Sumatera.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Komisi VI DPR RI Berencana Panggil Direksi PLN Buntut Blackout di Sumatera
Tribunnews.com/Chaerul Umam
BLACKOUT SUMATERA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Ia menyatakan, pihaknya akan mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatera. 

"Nah, perpindahan arus tadi tersebut, itu menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing, atau biasanya kita kenal dengan osilasi. Jadi tegangan maupun frekuensi berosilasi sangat tinggi pada saat itu karena berpindahnya ke arah 275 kV tadi," tuturnya.

Menurutnya, ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu, maka di jalur barat atau di jalur 275 kV juga perlu mengisolasikan diri agar jangan sampai power swing menyebabkan gangguan yang lebih luas.

"Nah ketika trip, maka terpisah sistem di Sumatera. Ada bagian selatan yang berlebih dengan pembangkit, di situ frekuensinya tinggi. Kemudian ada di sisi utara yang kekurangan pembangkit, di situ frekuensinya rendah," jelasnya.

"Di bagian selatan, karena frekuensinya rendah, ada beberapa pembangkit yang kemudian trip, lalu ada defense scheme kami yang bekerja sehingga sistem di sisi selatan kemudian normal. Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam," sambungnya.

Karena frekuensi rendah, kata Edwin, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi efek domino.

"Trip satu, kemudian pembangkit-pembangkit lain frekuensinya semakin turun, kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," ungkapnya.

Selanjutnya, ketika sistem transmisi normal, berikutnya akan beralih ke sistem pembangkitan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pembangkit-pembangkit dibagi dalam tiga bagian besar.

"Ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas yang siap untuk black start. Kami masukkan black start, mereka dapat menyala sendiri ya, karena ada bahan bakarnya di situ, menyala sendiri," ucapnya.

Sejatinya, pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 06.17 WIB, aliran listrik sudah menyala semua.

Namun, karena masih ada pembangkit PLTU yang belum menyala ini hanya bertahan hingga pukul 18.00 WIB.

"Ketika beban naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW. Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang. Kemudian bisa kita menormalkan kembali seiring demand yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk," jelasnya.

Untuk itu, Edwin mewakili PLN meminta maaf atas peristiwa blackout yang terjadi sehingga mengganggu aktivitas warga khususnya di Sumatera.

"InsyaAllah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. InsyaAllah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," tukasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas