Respons MUI dan DPR soal Polemik Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN
MUI dan DPR buka suara terkait polemik di tengah masyarakat soal penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban oleh Prabowo.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami, sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu," tuturnya.
Lebih lanjut, Niam menekankan langkah yang diambil pemerintah dengan pengadaan hewan kurban merupakan kebijakan yang kontekstual.
Ia juga berharap hewan kurban dari Prabowo semakin menguatkan ikatan sosial sekaligus syiar keagamaan.
"Momentumnya adalah momentum Idul Adha. Tentu ini akan menambah semarak syiar Idul Adha. Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual," kata dia.
Baca juga: Tak Hanya Prabowo dan Gibran, Megawati hingga Katedral Juga Sumbang Hewan Kurban ke Istiqlal
DPR: Wajar, Presiden Sebelumnya juga Sama
Sementara, Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso mengatakan penggunaan APBN untuk kebutuhan pengadaan hewan kurban Prabowo adalah hal yang wajar dalam praktik kenegaraan.
Menurutnya, seorang kepala memang memiliki alokasi anggaran untuk membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Sugiat mengatakan bantuan presiden tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kurban tetapi juga melalui dukungan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik.
Baca juga: Soal Prabowo Iduladha di Perancis, Fadli Zon: Salat Bisa di Mana Saja
Alhasil, ia pun meminta masyarakat untuk melihat program bantuan kurban dari Prabowo ini sebagai manfaat yang bisa dirasakan saat Idul Adha.
Sugiat juga menepis anggapan bahwa penggunaan APBN untuk bantuan kurban baru dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, program serupa telah dijalankan oleh presiden-presiden sebelumnya.
"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," tandasnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Chaerul Umam)