Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai Duit APBN, Pengamat: Bagian dari Pencitraan Pemerintah 

Terlepas dari polemik yang terjadi, Agung mengatakan hal yang lebih penting dan utama dalam mengawasi kinerja presiden dan seluruh anak buahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama

Ringkasan Berita:
  • Menurut Agung, pembelian sapi kurban itu termasuk bantuan sosial karena Prabowo merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
  • Agung menilai Prabowo melakukan hal itu demi menghibur masyarakat yang saat ini sedang kesulitan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika hal tersebut bagian dari pencitraan.
  • Terlepas dari polemik yang terjadi, Agung mengatakan hal yang lebih penting dan utama dalam mengawasi kinerja presiden dan seluruh anak buahnya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Politik Trias Politika, Agung Baskoro, mengatakan bahwa pembelian sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto menggunakan uang Anggaran Pemerintah dan Belanja Negara (APBN) melalui dana Bantuan Presiden (Banpres), bagian dari pencitraan politik pemerintah.

Prabowo diketahui membagikan 1.098 sapi kurban untuk setiap provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia dan lembaga-lembaga sosial.

Untuk membeli semua sapi tersebut, dana yang dihabiskan mencapai Rp100 miliar.

Hal ini lantas menjadi perdebatan publik karena ibadah kurban disebut harusnya pakai dana pribadi, bukan uang rakyat.

Menurut Agung, pembelian sapi kurban itu termasuk bantuan sosial karena Prabowo merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Agung menilai Prabowo melakukan hal itu demi menghibur masyarakat yang saat ini sedang kesulitan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika hal tersebut bagian dari pencitraan.

"Bagian dari cara beliau menghibur, menyenangkan hati publik. Tapi juga bisa dilihat ini bagian dari pencitraan dari politik pemerintahan hari ini agar tetap populis ketika situasi dan harga-harga kebutuhan pokok naik," ucap Agung kepada Tribunnews dalam wawancara eksklusif ON FOCUS, dikutip pada Kamis (28/5/2026). 

Agung mengatakan, hal ini bisa cukup meredam gejolak yang terjadi di masyarakat di tengah situasi yang sulit.

"Nah, tinggal nih siapa yang menerima kan, seperti itu, sehingga treatmentnya pas gitu. Jadi semua hal soal kurban ini menjadi relevan karena memang kita tidak bisa memungkiri ya predikat presiden itu banyak bidang, banyak jabatan, banyak simbol. Bahkan ya beliau juga termasuk ketua umum Partai Gerindra kan," ujarnya.

"Jadi identitas-identitas itu memang tidak terpisah dan mau tidak mau wajar ketika pro kontra itu terjadi di tengah masyarakat," kata Agung.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Agung mengatakan hal yang lebih penting dan utama dalam mengawasi kinerja presiden dan seluruh anak buahnya.

Baca juga: Pengamat Kritik Prabowo Beli Sapi Kurban Ratusan Miliar Pakai APBN: Idealnya Anggaran Pribadi

"Supaya tidak ada hal-hal yang dilanggar sesuai dengan aturan main. Termasuk ya soal Idul kurban ini, soal kunjungan ke Prancis, maupun hal-hal lain yang selama ini kita lakukan pengawasan seperti itu," tegasnya.

Pembelian Sapi Kurban Seharusnya Pakai Dana Pribadi Prabowo

Agung juga menyampaikan, perdebatan terkait polemik ini memang sangat sensitif dan tidak heran banyak pihak yang merasa pembelian sapi dengan uang APBN itu kurang pas.

"Istilahnya urusan agama kemudian bercampur dengan urusan pribadi yang seharusnya menjadi ibadah yang sangat privat, jadi publik. Jadi bagi sebagian kalangan ini memang tidak pas ya," ucapnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas