Prihantini yang Diduga Palsukan Riset Internasional Ternyata Alumni ITB dan Penerima LPDP 2022
Prihantini tercatat sebagai alumni program magister FMIPA ITB. Ia diduga juga lulusan UNY dan penerima beasiswa LPDP pada tahun 2022.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Adapun tesis Prihantini saat menempuh studi magister di ITB berjudul 'Kajian Analitik Gelombang Air akibat Longsoran pada Pantai Miring'," jelasnya.
Aep menegaskan jika nantinya Prihantini berujung diproses secara hukum, maka ITB akan menghormatinya.
"ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab."
"ITB tidak mentoleransi plagiarisme, fabrikasi data, manipulasi hasil, maupun bentuk pelanggaran etika ilmiah lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian," katanya.
Baca juga: Profil Rifaldy Fajar, WNI Diduga Palsukan Riset Pakai AI di Denmark, Dulunya Mawapres UNY
Diduga Alumni FMIPA UNY
Tak sampai di situ, Prihantini diduga juga tercatat sebagai alumni FMIPA UNY. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro.
Nur mengatakan Prihantini diduga alumni UNY bersama rekannya yang diduga turut melakukan pemalsuan riset bernama Rifaldy Fajar.
Dia mengungkapkan hal tersebut diketahui setelah pihak kampus melakukan penelusuran di database alumni UNY.
Namun, Nur menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah nama Prihantini maupun Rifaldy yang tercatat dalam database tersebut sama seperti sosok yang diduga melakukan pemalsuan riset.
“Kalau di database kami, ada dua nama yang sama dengan dua orang yang sedang viral tersebut. Ini masih kami dalami karena data yang digunakan saat publikasi berganti-ganti dan tidak ada nama departemen atau prodi tersebut di UNY,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (27/5/2026).
Kendati demikian, Nur mengatakan pihaknya telah menghubungi kedua alumni yang namanya dikaitkan dalam kasus dugaan riset palsu terebut.
“Saat ini kami meminta teman-teman dosen dari FMIPA untuk reach out dua nama alumni yang ada di database kami. Karena memang sosmed beliau berdua sepertinya tidak bisa dikontak juga,” ujarnya.
Dalam upaya yang dilakukan, Nur menuturkan pihaknya telah berhasil menghubungi salah satu nama yang diduga terlibat yakni Prihantini.
Dia mengungkapkan Prihantini akan melakukan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya buntut polemik yang terjadi. Namun, kata Nur, sosok Rifaldy belum berhasil dihubungi.
“Kami berhasil menghubungi Prihantini, responsnya nggih akan ada klarifikasi di sosmed. Sepertinya nomor HP-nya dibanjiri pesan juga,” jelasnya.
Nur menjelaskan nama Rifaldy tercatat sebagai angkatan 2014 FMIPA dan dinyatakan lulus tiga tahun setelahnya.