Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah ITB dan UNY, Kini ITS Buka Suara soal WNI Diduga Palsukan Riset, Nama Institusi Dicatut

ITS menjadi perguruan tinggi ketiga yang buka suara buntut kasus dugaan pemalsuan riset. Pernyataan ini buntut nama institusinya dicatut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Setelah ITB dan UNY, Kini ITS Buka Suara soal WNI Diduga Palsukan Riset, Nama Institusi Dicatut
kominfo.jatimprov.go.id
DICATUT - ITS menjadi perguruan tinggi ketiga yang buka suara buntut kasus dugaan pemalsuan riset. Pernyataan ini buntut nama institusinya dicatut. Pencatutan tanpa izin dialami oleh Departemen Teknik Biomedis ITS. 

Selain itu, penyebutan istilah 'School of Biomedical Engineering' tidak merujuk pada fakultas yang dimaksud.

Adapun bantahan ini merujuk pada salah satu riset berjudul ""Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?" 

Dalam riset itu, sosok bernama Dimas Fajar Prasetyo mengeklaim dirinya dengan menuliskan sebagai sivitas akademika dari 'School of Biomedical Engineering, Sepubluh Nopember Institute of Technology, Surabaya, Indonesia'

Baca juga: Kemdiktisaintek Pastikan WNI Pemalsu Riset di Denmark Bukan Dosen atau Peneliti Aktif di Kampus RI

Melalui bantahan ini, Departemen Teknik Biomedik ITS menegaskan untuk selalu mengutamakan integritas dan etika akademik.

Selengkapnya berikut isi klarifikasi dari Departemen Teknik Biomedik ITS dikutip pada Jumat (29/5/2026):

Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait salah satu publikasi, perlu kami sampaikan bahwa:

1. Individu yang bersangkutan bukan merupakan sivitas akademik Departemen Teknik Biomedik ITS.

Rekomendasi Untuk Anda

2. Perbedaan penyebutan seperti 'School of Biomedical Engineering' tidak merujuk pada Department Biomedical Engineering ITS.

3. Departemen Teknik Biomedik ITS berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan etika dalam penelitian.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Terima kasih. 

Kami menegaskan bahwa Departemen Teknik Biomedik ITS selalu mengutamakan integritas serta menjauhi segala bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan etika akademik.

Tetap bijak dalam menyikapi informasi dan jangan lupa untuk selalu memvalidasi berita yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.

ITB Akui Prihantini Alumni Magister FMIPA

Sebelumnya, ITB telah melakukan klarifikasi dan mengakui bahwa ada WNI bernama Prihantini yang berstatus sebagai alumni Program Magister FMIPA.

Prihantini merupakan sosok yang mencuat pertama kali terkait kasus dugaan pemalsuan riset saat mengikuti ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. Sosoknya viral bersama dengan seorang pria bernama Rifaldy Fajar.

Status akademik Prihantini ini diungkapkan oleh Dekan FMIPA ITB, Aep Patah pada Kamis (28/5/2026) kemarin.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas