Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jawab Kritik Dino, Teddy Beberkan 7 Hasil Diplomasi Prabowo: BRICS hingga Tarif 0 Persen

Jawab kritik Dino Patti Djalal, Teddy memaparkan tujuh capaian diplomasi Prabowo, dari BRICS hingga tarif 0 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dodi Esvandi
zoom-in Jawab Kritik Dino, Teddy Beberkan 7 Hasil Diplomasi Prabowo: BRICS hingga Tarif 0 Persen
Istimewa
KUNJUNGAN LUAR NEGERI - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS untuk pertama kalinya sebagai kepala negara dari anggota penuh baru di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Terkini, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan tujuh capaian yang disebut sebagai hasil diplomasi luar negeri Presiden Prabowo saat merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan ke luar negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Teddy merespons kritik Dino dengan memaparkan tujuh capaian diplomasi Prabowo.
  • BRICS, tarif 0 persen Uni Eropa, dan investasi Rp2.430 triliun jadi sorotan.
  • Dino sebelumnya meminta kunjungan luar negeri presiden lebih efisien dan terukur.

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memaparkan tujuh capaian yang disebut pemerintah sebagai hasil diplomasi luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam satu setengah tahun terakhir.

Pemaparan itu disampaikan Teddy saat merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Menurut Teddy, aktivitas diplomasi kepala negara perlu dinilai berdasarkan hasil yang diperoleh, bukan semata dari intensitas perjalanan.

"Jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya," ujar Teddy dalam rekaman video yang dirilis Senin (1/6/2026).

Menurut Teddy, sejumlah hasil yang diklaim pemerintah tersebut mencakup bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan, kemanusiaan, hingga perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

Kritik Dino soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo dan menyampaikan sejumlah saran terkait pelaksanaan diplomasi Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dino menilai perjalanan kepala negara ke luar negeri memerlukan biaya besar dan perlu dilakukan secara lebih efisien.

Ia antara lain mengusulkan pemanfaatan komunikasi virtual untuk sebagian agenda diplomasi, memperbanyak pertemuan bilateral dalam satu kunjungan, meningkatkan transparansi agenda luar negeri presiden, serta mendelegasikan sebagian tugas diplomasi kepada Menteri Luar Negeri.

"Saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," kata Dino.

Baca juga: Teddy: Kunker Presiden Zaman Dino Patti Djalal 120 Orang, Era Prabowo 60

Tujuh Capaian yang Dipaparkan Teddy

1. Bergabung dengan BRICS

Teddy menyebut bergabungnya Indonesia ke BRICS sebagai salah satu hasil diplomasi yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut dia, keanggotaan tersebut berkontribusi terhadap penguatan kerja sama ekonomi dan ketahanan nasional.

2. Kesepakatan Tarif 0 Persen dengan Uni Eropa

Pemerintah juga menyoroti tercapainya kesepakatan tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Menurut Teddy, proses perundingan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum mencapai kesepakatan pada 2025.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas