7 Kontroversi Dadan Hindayana selama Jabat Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo
Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
“Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2,” ujarnya.
Baca juga: Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana dan 2 Pimpinan BGN, Termasuk Masalah Kedisiplinan SOP
6. Main Golf saat Terjadi Bencana
Sempat viral di media sosial, video Dadan bermain golf ketika sejumlah wilayah di Sumatra sedang dilanda banjir dan longsor.
Aktivitas tersebut dianggap sebagian publik menunjukkan kurangnya empati.
Dadan pun membuat klarifikasi terkait video tersebut.
Ia mengatakan, acara golf alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang viral itu bertujuan untuk menggalang dana korban bencana.
Dadan menyebut, penggalangan dana itu berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah, sebagian untuk korban banjir di Aceh.
“Rp 450 juta (total donasi),” kata Dadan kepada Kompas.com, Kamis (18/12/2025).
Jumlah Rp 450 juta donasi itu terdiri dari Rp 250 juta yang akan dialokasikan untuk beasiswa dan Rp 200 juta untuk bantuan korban banjir di Aceh.
“Rp 200 juta dalam proses koordinasi dengan PIC (person in charge) di Aceh,” kata ahli serangga dari IPB ini.
Adapun untuk Rp 250 juta yang dialokasikan untuk beasiswa, kata Dadan, telah diserahkan ke Yayasan Arga Citra yang tiap tahun rutih memberi beasiswa kepada 23 mahasiswa baru yang tidak mampu.
Pihak penyumbang berasal dari banyak orang.
7. Pegawai SPPG Jadi ASN
Hal lain yang tak kalah kontroversial saat Dadan menjabat Kepala BGN adalah pengangkatan SPPG menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dadan menyebut, pegawai SPPG yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
"Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari," kata Dadan saat ditemui Kompas.com di Menara Kompas, Senin (19/1/2026).
Sementara untuk pegawai inti SPPG yang baru bergabung, akan menunggu giliran untuk diangkat menjadi ASN.
Alasan Perombakan Pimpinan BGN
Dadan Hindayana yang dilantik pada Agustus 2024, beserta dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya kini dicopot dari jabatan mereka.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencopotan Kepala BGN sudah melalui proses monitoring dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Namun, memang ada sejumlah pertimbangan, termasuk soal kedisiplinan dalam menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur) tata kelola makanan.
"Tentunya selama 1 setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki."
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP."
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," kata Mensesneg.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Suci Bangun DS/Danang Triatmojo, Kompas.com/Shintaloka Pradita Sicca/Muhammad Idris/Nicholas Ryan Aditya/Kiki Safitri/Firda Janati)