Dulu Disayang Kini Dicopot, Ini Awal Kecurigaan Prabowo Pada Dugaan Penyelewengan Dadan Hindayana Cs
Presiden Prabowo sudah mengendus penyelewengan eks pejabat BGN yang dulunya disayang. Dadan Hindayana kini dicopot dan jadi tersangka korupsi.
Penulis:
Anita K Wardhani
Prabowo mengatakan sudah lama dirinya mendapat laporan mengenai adanya kekurangan dan penyelewengan di lembaga tersebut. Menurut Prabowo bila lembaga atau organisasi tidak berjalan baik maka hal itu dipengaruhi oleh pimpinan.
“Dalam setiap organisasi selalu pengaruh pimpinan sangat, sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak bener, tidak kompeten, atau tidak jujur,” katanya.
Kesan Pertama Prabowo saat Bertemu Dadan
Tentang perjalanan Dadan Hindayana menuju jabatan strategis di lingkaran pemerintahan juga disorot.
Terbilang orang baru di lingkaran Prabowo Subianto, Dadan masuk dalam daftar kabinet pemerintahan Prabowo.
Latar belakang Dadam sebagai akademisi dan pakar entomologi atau ilmuwan yang mempelajari serangga, mencakup perilaku, siklus hidup, dan habitatnya mempertemuan pria asal Garut Jawa Barat ini dengan Prabowo.
Prabowo bertemu Dadan usai pohon cemara udang (casuarina equisetifolia) di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat diserang cendawan sehingga daunnya menjadi layu.
Nama Dadan menjadi satu dari tiga orang yang diajukan menangani pohon cemara ke Prabowo sehingga perjalanan karier Dadan berubah setelahnya.
Dadan kemudian masuk menjadi pakar di tim Prabowo. Ia intens berdiskusi dan memberi masukan untuk Prabowo Subianto. Kedekatannya dengan Prabowo membuat ia berharap bisa diberi jabatan komisaris di perusahaan negara.
Namun Prabowo punya pandangan berbeda, ia ditantang mengurusi MBG, program prioritas Prabowo. Ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di kabinetnya.
Sering Dipuji Berujung Dicopot hingga Dadan Pakai Rompi Pink
Dari orang kesayangan Prabowo, pengelolaan program MBG justru menyeret Dadan ke kasus hukum.
Sosok yang pernah dipuji Presiden karena mengembalikan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp70 triliun itu kini justru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program yang sama.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dadan Hindayana sempat mendapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto terkait sikapnya dalam mengelola anggaran negara.
Apresiasi tersebut diberikan Prabowo pada awal pelaksanaan program MBG.
Saat itu, Dadan yang menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memilih mengembalikan dana program MBG sebesar Rp70 triliun kepada negara.
Padahal, lembaga yang dipimpinnya baru saja memperoleh tambahan anggaran hingga Rp100 triliun untuk periode 2025.