Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo soal Copot Dadan Cs karena Korupsi MBG: Tidak Mudah bagi Saya Mengganti Mereka

Prabowo Subianto mengakui mencopot Dadan Hindayana cs dari jabatan petinggi BGN, bukan hal mudah baginya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengakui mencopot Dadan Hindayana cs dari jabatan petinggi BGN, bukan hal mudah baginya.
  • Dadan cs saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi MBG.
  • Mereka disebutkan terafiliasi dengan SPPG sehingga menerima insentif mencapai miliaran per hari.

TRIBUNNEWS.com - Presiden Prabowo Subianto enggan banyak berkomentar mengenai penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, sebagai tersangka dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo mengatakan ia sengaja membatasi diri dalam mengomentari kasus Dadan cs agar tak disalahartikan sebagai bentuk intervensi.

Sebab, kata dia, Dadan cs saat ini sedang menjalani proses hukum terkait kasus yang menjerat mereka.

Ia pun mengakui, keputusannya mencopot Dadan cs bukan hal yang mudah baginya.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini  menghadapi masalah penyelidikan hukum," kata Prabowo dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

"Karena itu, saya tidak boleh komentar, nanti seolah saya mempengaruhi. Tapi, yang jelas mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya," imbuh dia.

Baca juga: Dulu Disayang Kini Dicopot, Ini Awal Kecurigaan Prabowo Pada Dugaan Penyelewengan Dadan Hindayana Cs

Rekomendasi Untuk Anda

Prabowo menambahkan, sebelum memutuskan mencopot Dadan, Lodewyk, dan Soni, ia sudah menerima laporan soal penyelewengan dana MBG sejak lama.

Ia pun memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta sejumlah pejabat lainnya untuk meminta penjelasan dan tindak lanjut.

"Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," ungkap Prabowo.

"Waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil kepala BPKP, Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah dan juga kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya," lanjutnya.

Diketahui, Dadan cs dicopot Prabowo pada Selasa (2/6/2026).

Sehari setelahnya, mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025-2026.

Penetapan tersangka itu dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan menemukan dua alat bukti.

"Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP sebagai saksi, dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan sebagai tersangka," kata Dirdik pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu.

Kini, Dadan cs telah ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari mendatang, terhitung sejak Rabu kemarin.

Dapat Miliaran per Hari

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas