Warga Keberatan BBM Pertamax Naik Jadi Rp16.250/Liter, Minta Harga Diturunkan atau Diberi Subsidi
PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Atas kenaikan harga BBM ini, warga yang sehari-hari mengendarai sepeda motor pun merasa terlalu mahal.
- Hal serupa turut disampaikan oleh pengendara motor lain, Fitri, yang merasa keberatan dengan kenaikan harga BBM ini.
- Salah satu warga Karawang, Jawa Barat, Casmita juga mengaku kaget karena baru mengetahui kenaikan harga BBM itu saat dia mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
TRIBUNNEWS.COM - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green resmi naik per Rabu (10/6/2026).
PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Kenaikan harga BBM ini, memicu keluhan warga pengguna sepeda motor yang merasa terlalu mahal.
Oleh karena itu, warga berharap harga BBM bisa diturunkan kembali.
"Mahal ya, berharapnya turun lagi atau ada subsidi ya," ucap Denis, salah satu pengendara motor, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu.
Hal serupa turut disampaikan oleh pengendara motor lain, Fitri, yang merasa keberatan dengan kenaikan harga BBM ini.
"Kalau saya bilang sih keberatan, kaget juga baru pagi-pagi ini baru dikasih tahu sama pegawai POM-nya," ucapnya.
Salah satu warga Karawang, Jawa Barat, Casmita juga mengaku kaget karena baru mengetahui kenaikan harga BBM itu saat dia mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Ini pemberitahuannya saya nggak tahu, kirain belum naik. Repot juga sih masyarakat di sini. Baru tahu sekarang," katanya.
Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan, penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Harga BBM Pertamax 92 Naik Jadi Rp16.250 dan Green 95 Rp17.000 per liter
Roberth menjelaskan, penyesuaian harga BBM non subsidi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah."
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangannya, Rabu.