KSP Dudung Terseret Kasus MBG, Tegaskan Hanya Jadi Perantara Ponpes dan Dadan Hindayana
KSP Dudung Abdurrachman menjelaskan awal mula dirinya terseret dalam kasus korupsi MBG,
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- KSP Dudung Abdurrachman menjelaskan awal mula dirinya terseret dalam kasus korupsi MBG.
- Dudung disebut-sebut memiliki dapur MBG pribadi.
- Ia mengatakan tuduhan itu bermula ketika dirinya menjadi perantara antara sebuah ponpes dan Dadan Hindayana terkait pembangunan SPPG.
TRIBUNNEWS.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurrahman, menegaskan ia tak memiliki dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul tuduhan terlibat dalam kasus korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Dudung menjelaskan, tuduhan itu bermula saat ia menjadi perantara antara sebuah pondok pesantren (ponpes) dengan Dadan terkait pembuatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia mengatakan, beberapa bulan lalu, dirinya sempat dihubungi pengurus sebuah ponpes terkait pembangunan SPPG untuk pengadaan MBG.
"Saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya untuk sebagai sasaran penerima manfaat karena di pesantren itu kan ada penerima ada santrinya 4.000, ada yang 5.000," jelas Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN, Nanik S Deyang, di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
"Nah, kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan, 'Pak Dadan, ini ada pesantren sudah siap (membangun SPPG)'."
"Ya sudah ditentukan, dia mulai secar a administrasi sudah siap," imbuhnya.
Baca juga: Sebelum Jadi Tersangka MBG, Sony Sanjaya Akui Pernah Suruh Orang Dekat Bangun SPPG: Punya Modal
Lebih lanjut, Dudung pun mengenalkan perwakilan ponpes kepada Dadan.
Dadan kemudian menugaskan stafnya untuk menyambung komunikasi.
Dudung mengatakan sejak saat itu ia sudah tak mengetahui apa-apa.
"Akhirnya silakanlah, mereka (perwakilan ponpes dan Dadan) berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak ngerti apa-apa," kata Dadan.
Tetapi, seiring berjalannya waktu, rencana pembangunan SPPG di ponpes tersebut belum terealisasi sampai saat ini.
Niatnya menjadi perantara komunikasi antara pihak ponpes dengan Dadan berakhir dipelintir menjadi narasi kepemilikan SPPG pribadi.
Atas hal itu, Dudung pun menantang siapa saja yang berhasil membuktikan ia memiliki SPPG pribadi, maka akan diberi hadiah.
"Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai. Bangunnya pun dapurnya pun belum terbangun."
"Saya tanya Abah Junaedi dan sebagainya, cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," urai Dudung.