Kasus Korupsi BGN, Relawan Prabowo Minta Penegak Hukum Jeli Terhadap Manuver Sony Sonjaya
Wigit Bagoes Prabowo meminta penegak hukum jeli tanggapi manuver yang dilakukan Sony Sonjaya, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Relawan Prabowo meminta Kejagung waspadai manuver Sony Sonjaya sebagai tersangka.
- Sony Sonjaya mengajukan justice collaborator dan mengaku kantongi puluhan nama.
- Istana menegaskan tidak ada perlindungan politik dalam penanganan perkara.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Rumah Keluarga Bersama (RKB), Wigit Bagoes Prabowo, meminta penegak hukum jeli menanggapi manuver yang dilakukan Sony Sonjaya, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sony Sonjaya merupakan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung bersama Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung.
Sony Sonjaya belakangan mengaku siap menjadi Justice Collaborator (JC) ke Kejagung dan menyebut mengantongi lebih dari 20 nama yang diduga terlibat dalam kasus ini.
"Sony Sonjaya sedang bermanuver untuk membuat gaduh elit, sehingga menyebut nama-nama yang memiliki afiliasi politik dan para petinggi negeri. Tujuannya jelas, dia seolah ingin menjadi korban (playing victim)," ujar Wigit dalam keterangannya kepada Tribunnews, Rabu (10/6/2026).
Ia meminta agar penegak hukum fokus terhadap penyelidikan pada substansi yang jauh lebih mendasar dan krusial mengenai transparansi perputaran serta aliran dana fantastis yang selama ini diduga kuat berputar di lingkaran tersebut.
"Justru manuver ini yang harus diwaspadai oleh penegak hukum. Seharusnya Sony Sonjaya membuka siapa yang menyetor setiap hari ke para petinggi BGN ini, yang konon katanya nilainya miliaran. Yayasan di bawah ini yang harus diungkap, termasuk ke Sony," tegasnya.
Pihaknya juga mengkhawatirkan adanya strategi pengalihan isu (smokescreen) yang sengaja dilemparkan untuk mengaburkan fakta hukum yang sebenarnya.
Wigit memperingatkan dengan keras agar ketegangan politik yang timbul akibat umpan isu ini tidak menutup penyelidikan terhadap dana yang diduga mengalir ke pihak Sony dan kelompoknya.
"Jangan sampai umpan isu ini membuat gaduh politik, justru mengaburkan penerimaan miliaran rupiah yang diterima Sony dan kawan-kawan," tambahnya.
Wigit menegaskan bahwa polemik ini diharap tidak mengganggu komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program dengan sistem yang baik.
"Selain itu, manuver ini berisiko mengaburkan momentum bagi Presiden untuk bersih-bersih dan berbenah BGN," ungkap Wigit.
Baca juga: 3 Tuntutan MBG Watch Saat Demo di Kantor BGN, Minta Program MBG Dihentikan Sementara
Sony Sonjaya Ajukan JC
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti mengatakan, bahwa keinginan kliennya menjadi JC atau sahabat peradilan telah dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Kejaksaan Agung.
"Betul (Sony ajukan JC) ya semalam, semalam sudah dituangkan dalam BAP bahwa Pak Sony akan menjadi Justice Collaborator. Memang beliau sampaikan sendiri ke penyidik," ucap Krisna saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6/2026).
"Lalu saya akan bersurat kepada Jampidsus terkait permohonan Pak Sony sebagai justice collaborator," sambungnya.