Kata Ekonom soal Masih Perlu atau Tidaknya Program MBG usai Harga Pertamax Naik
Program MBG yang memakan anggaran besar menjadi sorotan setelah kenaikan harga Pertamax. Masih perlukah program ini dijalankan? Ini kata ekonom.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dia menganggap MBG dan KDMP masuk dalam kategori program tak mendesak tersebut.
"Saya tidak mengatakan programnya dihentikan total, tetapi skalanya harus dikurangi drastis jika pemerintah memang serius ingin mengatasi krisis ini," tuturnya.
MBG Dialihkan ke Keluarga, Diberikan dalam Uang Tunai
Sementara, pandangan berbeda disampaikan oleh ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani terkait program MBG.
Dia mengatakan adanya perubahan target penerima MBG usai adanya kenaikan harga Pertamax yakni dialihkan ke keluarga.
Menurutnya, langkah tersebut bisa memperbaiki perekonomian masyarakat.
Namun, Aviliani meminta jika cara tersebut dilakukan, maka pemerintah pusat perlu untuk melibatkan pemerintah daerah untuk mendata masyarakat yang dianggap perlu menerima bantuan tersebut.
"Menurut saya, kurang pelibatan pemerintah daerah karena mereka yang paling tahu masyarakat yang kondisinya perlu bantuan. Mungkin misalnya program MBG, diberikan kepada keluarga. Itu kan bisa memecahkan masalah."
"Itu memang standarnya harus ada. Tapi itu kan juga bisa membantu kehidupan masyarakat," katanya kepada Tribunnews.com, Rabu.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Pemerintah Tak Bisa Lagi Bilang Baik-baik Saja
Aviliani mengatakan mekanisme pengalihan MBG terhadap keluarga juga perlu diubah jika usulannya tersebut dilaksanakan pemerintah.
Di mana nantinya, penerima MBG tidak lagi dalam bentuk makanan tetapi uang tunai.
Kendati demikian, Aviliani menegaskan upaya tersebut bukan langkah jangka panjang yang bisa diambil pemerintah, tetapi perlu dilakukan selama kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini.
"Jadi merubah program MBG menjadi diberikan dalam uang tunai. Mungkin untuk beberapa saat sampai ekonomi membaik," katanya.
Anggaran MBG Tahun 2026
Dikutip dari laman Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran untuk program MBG pada tahun 2026 sebesar Rp268 triliun.
Hal ini disampaikan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dadan tak lagi menjadi Kepala BGN setelah ditangkap buntut kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.
Adapun pernyataan Dadan ini membantah isu anggaran BGN mencapai Rp335 triliun.