Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Aksi Kreatif Mahasiswa UI: Mengukur Keresahan Publik Lewat Klakson Kendaraan

Para mahasiswa mengajak masyarakat umum, khususnya pengguna jalan, untuk meluapkan rasa kesal mereka melalui bunyi klakson.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
zoom-in Aksi Kreatif Mahasiswa UI: Mengukur Keresahan Publik Lewat Klakson Kendaraan
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
AKSI DEMO - Momen mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berjaket almamater kuning berorasi sambil membentangkan kertas bertuliskan pesan protes terkait pajak mahal dan kekesalan terhadap pemerintah. Mereka mengajak pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson. 
Memuat video…

"Pada pukul 12 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas ditahan oleh polisi. Saat itu kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat, di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945 Konstitusi dan juga Pancasila. Akan tetapi, para polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka malah melanggar konstitusi tersebut," kata Athof, kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat.

Athof mengatakan, saat itu pihak kepolisian tidak menjelaskan alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut.

Adapun lanjutnya, pihak kepolisian justru meminta para mahasiswa itu untuk melaksanakan salat Jumat di masjid lain.

"Ketika ditanyakan alasannya apa, mereka (polisi) tidak menjawab dan mereka malah mengatur kita untuk salat di tempat lain," ungkapnya.

Baca juga: Ketua BEM UI Sebut Mahasiswa Dihalangi Salat Jumat Saat Menuju Lokasi Aksi di Bundaran HI

Lebih lanjut, Athof mempertanyakan sikap pihak kepolisian terhadap para mahasiswa itu.

"Sejak kapan kepolisian punya hak untuk mengatur bagaimana cara beragama dilakukan? Sejak kapan polisi punya hak untuk melarang rakyat Indonesia melakukan ibadah yang diatur dalam konstitusi?" ujar Athof.

Diketahui, hari ini sejumlah mahasiswa hendak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI. 

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun dalam aksi tersebut akan disampaikan lima tuntutan utama, yakni:

1. Menghentikan pemborosan APBN

2 Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

5. Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas