Profil Tony Robbins, Pengusaha AS Disebut Menangis Dengar Program MBG Prabowo
Pengusaha AS, Tony Robbins, disebut menangis saat mendengar soal program MBG dari Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ia juga mengatakan keluarganya kacau dan penuh kekerasan.
Tony sendiri merupakan anak tertua dari tiga bersaudara.
Orang tuanya bercerai ketika Tony berusia 7 tahun dan sang ibu menikah lagi beberapa kali.
Ibunya diketahui pernah menikah dengan Jim Robbins mantan pemain bisbol semi-profesional yang secara sah mengadopsi Tony ketika ia beranjak remaja.
Proses adopsi itu mengubah nama belakang Tony, dari Nahavoric menjadi Robbins.
Tony kecil kerap kelaparan karena keluarganya hidup di bawah garis kemiskinan.
Suatu hari saat Thanksgiving, keluarganya menerima hadiah yang penuh bahan makanan.
Hadiah itu berasal dari anonim yang tahu kesulitan keluarga Tony.
Pengalamannya di masa kecil membuat Tony dewasa membuat gerakan filantropi pangan terbesar, yaitu 500 Billion Meals Challenge.
Ia juga mendirikan yayasan Anthony Robbins pada 1991, untuk membantu kaum muda, tunawisma, orang kelaparan, lansia, serta narapidana.
Pada 2014, Tony menyumbangkan keuntungan dari bukunya, Money: Master the Game, beserta uang pribadinya melalui Feeding America untuk menyediakan makanan bagi orang-orang yang membutuhkan.
Saat ini, ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus motivator dari AS.
Sebagai seorang pengusaha, Tony merupakan pemilik Namale Resort and Spa yang terletak di Fiji.
Pernah Tersandung Kasus Pelecehan
Pada Mei 2019, Tony Robbins disebut melakukan pelecehan dan penyerangan seksual terhadap penggemar dan anggota staf.
Menurut investigasi BuzzFeed News, ia dikatakan meraba-raba penggemar dan memperlihatkan alat kelaminnya pada asistennya.
Tuduhan itu telah dibantah Tony. Namun, BuzzFeed News bersikeras mempertahankan artikel mereka soal dugaan tersebut.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Igman Ibrahim, Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)