Polisi Blokade Jalan, Macet 2,4 Kilometer dari Bundaran Senayan hingga Gedung Jakarta Mori Tower
Kendaraan yang digunakan peserta aksi juga masih terparkir di ruas jalan sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Aksi mahasiswa di depan Gedung Jakarta Mori Tower, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, memicu kemacetan hingga 2,4 kilometer dari Bundaran Senayan menuju Bundaran HI akibat barikade kepolisian
- Kemacetan berdampak pada kendaraan pribadi, bus Transjakarta, hingga ambulans yang terjebak antrean
- Peristiwa ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara kebebasan berunjuk rasa dan kelancaran layanan publik serta akses kendaraan darurat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Jakarta Mori Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), menyebabkan kemacetan panjang yang berdampak pada pengguna jalan, termasuk kendaraan layanan darurat dan transportasi umum.
Kemacetan tercatat mengular hingga sekitar 2,4 kilometer dari arah Bundaran Senayan menuju Bundaran Hotel Indonesia.
Kepadatan kendaraan terjadi setelah aparat kepolisian memasang barikade untuk menghalau massa aksi yang berunjuk rasa di depan gedung perkantoran tersebut.
Akibat penutupan ruas jalan, arus kendaraan dari kawasan Senayan maupun Simpang Semanggi bergerak sangat lambat.
Antrean kendaraan terus bertambah pada jam-jam sibuk ketika banyak pekerja mulai beraktivitas di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Dampak kemacetan tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan pribadi.
Baca juga: Sempat Tertahan di Tugu Tani, Mahasiswa UBK Bergerak Maju ke Kawasan Medan Merdeka Selatan
Sebuah ambulans yang terjebak di tengah antrean panjang juga tidak dapat melintas meski berada dalam situasi darurat. Hingga sore hari, barikade kepolisian tetap dipertahankan dan belum dibuka.
Transportasi umum turut terdampak. Sejumlah bus Transjakarta yang keluar dari jalur khusus terpaksa berhenti dan menunggu karena tidak dapat melintasi area yang diblokade.
Kondisi ini berpotensi mengganggu jadwal perjalanan penumpang yang mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 15.10 WIB, massa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta masih bertahan di lokasi aksi.
Kendaraan yang digunakan peserta aksi juga masih terparkir di ruas jalan sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Untuk mengurangi kepadatan, kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sejumlah kendaraan yang hendak menuju kawasan Jakarta Mori Tower ke arah Bendungan Hilir.
Namun volume kendaraan yang tinggi membuat kepadatan belum dapat terurai secara signifikan.
Di tengah kemacetan yang semakin panjang, mahasiswa terus menyuarakan tuntutan reformasi dan mempertanyakan keputusan aparat yang tetap mempertahankan blokade jalan.