Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Siswa Pengirim Surat ke Prabowo Mengaku Tak Pernah Makan MBG Sejak Program Dimulai

Kirim surat ke Presiden, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, mengaku tidak pernah mengonsumsi MBG.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Siswa Pengirim Surat ke Prabowo Mengaku Tak Pernah Makan MBG Sejak Program Dimulai
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
SURAT MBG PRABOWO - Wawancara siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, Muhammad Rafif Arsya Maulidi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6/2026). Siswa ini menulis surat pada Presiden Prabowo Subianto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 
Memuat video…

Ia memberikan keterangan tertulis sebagai saksi.

Sama seperti isi suratnya, harapan Rafif dalam sidang di MK ini supaya jatah anggaran dari program MBG dialihkan untuk menambah tunjangan atau kesejahteraan guru.

Mengaku sempat diintimidasi 

mengaku pernah mengalami intimidasi di media sosial setelah suratnya yang dikirimnya viral.

 
Hal itu disampaikan Rafif saat ditemui setelah menghadiri sidang uji materi Undang-Undang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6/2026).

Baca juga: BGN Akan Ubah Aturan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp 6 Juta Per Hari

Rafif mengatakan intimidasi yang diterimanya terjadi melalui akun Instagram pribadinya.

Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan seseorang yang disebutnya sebagai pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Atas adanya intimidasi itu, Rafif mendapat perlindungan dari Wakil Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca juga:  Komnas HAM Temukan Indikasi Kuat Pelanggaran HAM di Program MBG

"Ini cuma dari Wamenham untuk melindungi karena saya surat ini kemarin ada intimidasi secara virtual. Dan intimidasi itu dari pegawai SPPG," kata Rafif.

Meski demikian, Rafif mengaku tidak mempermasalahkan adanya pihak yang tidak setuju dengan pandangannya terkait program MBG.

"Saya sebagai orang yang menyurati saya tidak apa-apa karena di dalam berpendapat itu ada yang suka dan ada yang tidak. Dan saya menghargai orang yang tidak suka," ujarnya.

Rafif menjelaskan mengaku sempat ditandai atau di-tag dalam unggahan akun yang bersangkutan.

Baca juga:  Sekjen PDIP Kritik Pergeseran Anggaran Pendidikan ke MBG: Kaburkan Orientasi National Interest

"Di Instagram. Di akunnya saya dan alhamdulillah orangnya sudah klarifikasi ke rumah," ucapnya.

Sebagai informasi, Rafif menjadi saksi dalam sidang uji materi UU APBN 2026.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas