Saat Gibran Temui Mahasiswa di Istana Wapres, Mengingatkan Momen Jokowi Bertemu BEM
Wapres Gibran terima 15 mahasiswa demonstran di Istana, dialog konstruktif bahas aspirasi publik dan program pemerintah.
Penulis:
Glery Lazuardi
Dalam pertemuan tersebut, Hima Persis menyampaikan agenda Jambore Nasional ke-7 yang melibatkan santri dan mahasiswa dari berbagai daerah.
Presiden ke-7 RI Jokowi saat itu menyambut baik kegiatan yang dinilai dapat memperkuat peran generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.
Selanjutnya pada 8 November 2023, Jokowi menerima Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Istana Merdeka.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas persiapan Pemilu 2024. PB HMI menyampaikan harapan agar pesta demokrasi berjalan damai, lancar, dan sukses.
Baca juga: Usai Bertemu Mahasiswa di Istana, Gibran Akan Bahas Tuntutan dengan Prabowo, Diberi Tenggat 5x24 Jam
Mahasiswa Sampaikan Aspirasi ke Gibran
Setelah hampir satu jam berdialog dengan Wakil Presiden, para mahasiswa keluar dari kompleks Istana Wakil Presiden sekitar petang hari.
Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, menyebut pertemuan tersebut menghasilkan dialog yang konstruktif.
"Alhamdulillah hasil pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuahkan hasil. Kawan-kawan mahasiswa menyampaikan aspirasi, baik keluh kesah dari daerah maupun persoalan nasional secara konstitusional langsung kepada Bapak Wapres," ujar Abdi.
Menurut dia, Gibran merespons berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa dengan baik.
"Respons dari Bapak Wapres sangat baik. Beliau mencatat poin-poin tuntutan kami dengan buku kecilnya untuk menjadi bahan perbaikan dan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang kami anggap janggal di negara hari ini," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, di antaranya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pertemuan itu menjadi salah satu momen langka ketika perwakilan demonstran diterima langsung oleh pimpinan negara di lingkungan istana.
Langkah tersebut sekaligus mengingatkan publik pada tradisi dialog yang sebelumnya beberapa kali dilakukan Presiden Joko Widodo dengan kelompok mahasiswa selama masa pemerintahannya.