Sejarah dan Penjelasan Mengenai Rangkaian Tradisi Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan merupakan perayaan suci umat Hindu, terdapat beberapa rangkaian dan tradisi dalam merayakannya, simak penjelasannya berikut ini.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
1. Tumpek Wariga
Tumpek Wariga dilaksanakan sekitar 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.
Pada hari ini umat Hindu memanjatkan doa dan memberikan sesajen kepada tumbuhan serta pepohonan.
Tradisi ini bertujuan untuk memohon kesuburan dan hasil panen yang melimpah sekaligus mengingatkan manusia untuk menjaga kelestarian alam.
2. Sugihan Jawa
Sugihan Jawa berlangsung enam hari sebelum Galungan. Tahapan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan dan alam sekitar.
Masyarakat membersihkan rumah, halaman, pura, serta berbagai tempat yang digunakan untuk beribadah sebagai simbol penyucian lahiriah.
3. Sugihan Bali
Sehari setelah Sugihan Jawa, umat Hindu melaksanakan Sugihan Bali.
Berbeda dengan tahap sebelumnya yang menitikberatkan pada kebersihan lingkungan, Sugihan Bali lebih mengarah pada penyucian diri secara spiritual agar siap menyambut Hari Raya Galungan dengan hati yang bersih.
4. Penyekeban
Penyekeban dilaksanakan tiga hari sebelum Galungan.
Secara tradisional, masyarakat mulai memeram atau mematangkan pisang yang akan digunakan dalam berbagai sarana upacara.
Makna filosofis dari Penyekeban adalah mengendalikan diri dan mematangkan pikiran sebelum menyambut kemenangan Dharma.
5. Penyajaan