Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sejarah dan Penjelasan Mengenai Rangkaian Tradisi Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan merupakan perayaan suci umat Hindu, terdapat beberapa rangkaian dan tradisi dalam merayakannya, simak penjelasannya berikut ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sejarah dan Penjelasan Mengenai Rangkaian Tradisi Hari Raya Galungan
Surya/Purwanto
HARI GALUNGAN - Umat Hindu memadati Pura Luhur Dwijawarsa saat Hari Raya Galungan di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (19/11/2025). Berikut penjelasan mengenai tradisi perayaan Hari Raya Galungan. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Hari Raya Galungan adalah perayaan suci umat Hindu yang melambangkan kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). 
  • Perayaan ini diawali dengan berbagai tradisi, seperti Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajaan, dan Penampahan Galungan. 
  • Rangkaian Galungan ditutup dengan Hari Raya Kuningan yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan ungkapan syukur kepada Tuhan.

TRIBUNNEWS.COMHari Raya Galungan merupakan salah satu hari suci penting bagi umat Hindu terkhusus di wilayah Bali

Perayaan ini jadi simbol kemenangan Dharma atau kebenaran melawan Adharma yang berarti kejahatan atau kebatilan.

Galungan ini merupakan rangkaian tradisi yang biasanya berlangsung selama beberapa hari. 

Terdapat berbagai tradisi yang memiliki makna filosofis dan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur kepada Tuhan.

Tahun ini, perayaan hari raya galungan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca juga: Makna Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu yang Diperingati Hari Ini 17 Juni 2026

Sejarah Hari Raya Galungan

Mengutip dari buleleng.bulelengkab.go.id, Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan sistem kalender Pawukon yang digunakan masyarakat Hindu, Bali

Rekomendasi Untuk Anda

Galungan dipercaya sebagai momentum kemenangan Dharma melawan Adharma dalam kehidupan manusia.

Berdasarkan ajaran Hindu, Bali, pada saat Galungan para leluhur turun ke dunia untuk mengunjungi keluarganya. 

Maka umat Hindu mempersiapkan berbagai persembahan dan upacara keagamaan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Secara etimologis, kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang bermakna kemenangan.

Sementara dari bahasa Jawa kuno, Galungan memiliki arti bertarung.

Nilai utama yang diajarkan dalam perayaan ini adalah tentang pentingnya menegakkan kebenaran, mengendalikan hawa nafsu, dan menjaga keseimbangan hidup.

Diperkirakan Hari Raya Galungan sudah dirayakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia sebelum populer di Pulau Bali

Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat (Budha Kliwon Dungulan) di tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804.

Umat Hindu di Bali biasanya merayakan Galungan dengan bersembahyang di Pantai.

Baca juga: Kalender Jawa 1 Suro 2026, Makna di Balik Weton Rabu Kliwon dan Wuku Galungan

Rangkaian Tradisi Galungan

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas