Imbas Sengketa Lahan, Pegawai Hotel Sultan Akui Tertekan Kerap Ditanya Tamu
Sengketa lahan Hotel Sultan memicu tekanan bagi pegawai yang kerap ditanya tamu, di tengah rencana eksekusi lahan oleh pemerintah.
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Pegawai Hotel Sultan mengaku tertekan karena sering ditanya tamu terkait sengketa lahan.
- Pemerintah disebut akan mengeksekusi lahan dan dua tower apartemen pada 18 Juni 2026.
- Aktivitas hotel tetap berjalan di tengah penjagaan dan situasi yang meningkat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegawai Hotel Sultan di Jakarta mengaku mengalami tekanan psikologis karena kerap ditanya tamu mengenai kepastian operasional hotel di tengah sengketa lahan yang belum selesai antara PT Indobuildco dan pemerintah.
Belum lagi saat ini pemerintah dengan perangkat pengadilan disebut akan mengeksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan GBK, Senayan, termasuk dua tower apartemen pada Kamis besok (18/6/2026).
Pemerintah berencana melakukan eksekusi lahan Kompleks Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang juga mencakup dua tower apartemen Sultan Residence.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penyelesaian sengketa pengelolaan kawasan antara PT Indobuildco dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Penjagaan dan Aktivitas Normal
Pantauan Tribunnews.com di lokasi pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan puluhan orang berjaga di sekitar area hotel.
Sebagian mengenakan pakaian gelap dan berada di area sekitar kompleks, sementara sebagian lainnya beraktivitas di sekitar fasilitas publik.
Meski demikian, operasional Hotel Sultan tetap berjalan.
Pegawai masih melayani tamu di resepsionis, sementara staf lain terlihat membersihkan area restoran, kolam renang, dan taman hotel.
Sekuriti internal juga tetap bertugas di area lobi.
Baca juga: Pegawai Hotel Sultan Ungkap Tetap Standby Saat Hari Eksekusi Lahan Besok
Pegawai: “Setiap Hari Ditanya Tamu, Kami Tertekan”
Seorang pegawai berinisial D (bukan nama sebenarnya) mengatakan kondisi ketidakpastian membuat pekerja berada dalam tekanan, terutama karena sering menerima pertanyaan dari tamu hotel.
“Kita juga mikirin tamu juga sih, selain kita memikirkan kita para pegawai juga. Agak tertekan ya ditanyain setiap hari kita bingung,” ujarnya.
Ia menambahkan hingga kini belum ada arahan resmi dari manajemen terkait respons kepada tamu mengenai situasi sengketa lahan tersebut.
Kekhawatiran Pegawai Soal Status Kerja
Pegawai yang sama juga menyebut belum ada kejelasan mengenai masa depan pekerjaan mereka di tengah situasi yang belum pasti.
“Kekhawatiran pastilah karena kita enggak dapat kejelasan soal nanti ke depannya nanti kita di-rehire lagi atau gimana,” katanya.
Penjagaan Diperketat Jelang Eksekusi
Pegawai lain berinisial Regi (bukan nama sebenarnya) membenarkan adanya pengamanan tambahan menjelang rencana eksekusi lahan.