Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pengamat Soroti Banyaknya Aksi di Berbagai Daerah: Ini Harus Jadi Evaluasi Serius Prabowo

Pengamat Politik, Fernando Emas, menilai berbagai aspirasi masyarakat perlu direspons secara bijak oleh pemerintahan Prabowo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Apalagi, lanjut Fernando, aksi yang kian berlanjut menunjukkan bagaimana harapan masyarakat terhadap pemerintah belum sepenuhnya terpenuhi.

"Karena kalau kita lihat, respons atau aspirasi gelombang masyarakat dan terus bertambah, tentu ini harus menjadi warning bagi pemerintahan ini, bagaimana pelaksanaan pemerintahan saat ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat," ungkapnya. 

Sehingga, kata Fernando, harus ada perbaikan dan evaluasi yang lebih baik. 

Pemerintah Jawab Tuntutan Mahasiswa 

Dalam kesempatan berbeda, pihak Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, sebelumnya sudah menanggapi tuntutan mahasiswa yang disuarakan dalam aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Qodari menyebut, Presiden Prabowo Subianto kini justru tengah memimpin reformasi jilid dua.

Karena menurut Qodari, kebijakan yang dilakukan Prabowo merupakan bagian dari pembenahan struktur ekonomi dan tata kelola negara, yang selama ini dinilai hanya menguntungkan elite tertentu.

"Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua, karena yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang, beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia."

Rekomendasi Untuk Anda

"Struktur yang selama ini menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu itu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh Pak Prabowo," kata Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

AKSI UNJUK RASA - Ratusan Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Aksi mahasiswa UBK ini merupakan bagian dari gelombang penyampaian pendapat yang berkaitan dengan tuntutan penghentian kenaikan harga BBM dan bahan pokok, perbaikan pelemahan nilai tukar rupiah, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pencabutan UU Kepolisian. Tribunnews/Jeprima
AKSI UNJUK RASA - Ratusan Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Aksi mahasiswa UBK ini merupakan bagian dari gelombang penyampaian pendapat yang berkaitan dengan tuntutan penghentian kenaikan harga BBM dan bahan pokok, perbaikan pelemahan nilai tukar rupiah, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pencabutan UU Kepolisian. (Tribunnews/Jeprima)

Lantas, Qodari menilai, kritik yang disampaikan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta itu sejatinya telah dijawab oleh pemerintah melalui kebijakan yang tengah dijalankan.

Pertama, soal pemborosan APBN.

Qodari menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan, Prabowo telah melakukan efisiensi anggaran belanja negara.

"Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor," jelas Qodari.

Bahkan Qodari mengatakan, efisiensi yang dilakukan Prabowo ini berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 300 triliun.

Kemudian, soal tata kelola aset dan kekayaan negara, Prabowo  membentuk Danantara.

Kedua, kenaikan harga BBM Non Subsidi.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas