Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diskusi UGM Ricuh, Gerindra: Kritik Harus Berbasis Data, Jangan Fitnah

Bahtra mengatakan pemerintah menghargai setiap pendapat maupun kritik yang disampaikan masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Diskusi UGM Ricuh, Gerindra: Kritik Harus Berbasis Data, Jangan Fitnah
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menanggapi aksi mahasiswa yang berujung ricuh dalam diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyatakan pemerintah menghormati kritik dan kebebasan berpendapat namun kritik harus didasarkan pada fakta dan data, bukan fitnah atau tuduhan tanpa dasar.
  • Dia menanggapi kericuhan yang terjadi dalam sebuah diskusi di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada 15 Juni 2026.
  • Massa melontarkan kritik keras, termasuk menyebut Budiman sebagai "pengkhianat reformasi".

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menanggapi aksi mahasiswa yang berujung ricuh dalam diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Bahtra mengatakan pemerintah menghargai setiap pendapat maupun kritik yang disampaikan masyarakat.

Namun ia menegaskan bahwa kritik harus disampaikan dengan dasar fakta dan data, bukan tuduhan yang tidak memiliki dasar.

"Ya kami tentu menghargai setiap pendapat, menghargai setiap kritikan dan pemerintah terbuka untuk itu. Tetapi juga dalam rangka menyampaikan pendapat, menyampaikan kritik, tentu juga harus berbasis fakta dan berbasis data, jangan fitnah," kata Bahtra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Bahtra penyampaian kritik merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.

Namun ia mengingatkan agar kritik tetap dilakukan dengan menjunjung etika dan menghargai pihak lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan masyarakat Indonesia memiliki budaya Timur yang mengedepankan kesopanan dalam menyampaikan pendapat.

Bahtra menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, menurut dia, perbedaan tersebut tidak seharusnya berubah menjadi tindakan yang menyerang atau merendahkan pribadi seseorang.

"Kita sepakat bahwa boleh kita berdialektika, boleh kita berbeda pandangan, boleh kita melakukan kritik, tetapi jangan merendahkan personal seseorang," ujarnya.

Ia menilai kualitas demokrasi di Indonesia harus terus diperbaiki dengan membangun ruang diskusi yang lebih sehat dan mengutamakan substansi.

Bahtra menyebut kritik yang disampaikan seharusnya berfokus pada kebijakan atau gagasan, bukan menyerang martabat individu.

Menurut dia, pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menutup diri terhadap kritik.

Bahtra mengatakan, Prabowo selalu mengingatkan kader Gerindra agar tidak membalas kritik dengan tindakan serupa, melainkan menunjukkan kinerja dan memberikan hal positif bagi masyarakat.

"Pak Prabowo sangat egaliter terkait semua masukan-masukan. Beliau selalu mengingatkan kepada terutama kepada Partai Gerindra, tidak apa-apa dihina sama orang, tidak apa-apa dikritik sama orang, tetapi kita harus membalas kritikan mereka dengan kebaikan-kebaikan dan tentunya untuk kepentingan bangsa dan negara," tutur Bahtra.

Ricuh diskusi di UGM

Sebelumnya, aksi mahasiswa mewarnai jalannya diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas