Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Terjun ke Bisnis Teknologi dan E-Commerce, Mukesh Ambani Kini Jadi Orang Terkaya ke-11 Dunia

Berkat bisnis teknologi, ritel dan e-commerce yang dimasukinya, kini Mukesh Ambani tampil dalam kelompok 11 orang superkaya.

Terjun ke Bisnis Teknologi dan E-Commerce, Mukesh Ambani Kini Jadi Orang Terkaya ke-11 Dunia
Forbes India
CEO India's Reliance Industries Ltd, Mukesh Ambani. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberuntungan kini sungguh berpihak pada CEO India's Reliance Industries Ltd, Mukesh Ambani.

Berkat bisnis teknologi, ritel dan e-commerce yang dimasukinya, kini Mukesh Ambani tampil dalam kelompok 11 orang superkaya.

Hal ini terjadi setelah saham perusahaannya naik dan menembus rekor pada perdagangan hari Jumat (8/10/2021) lalu.

Kekayaan Ambani sekarang bernilai US$ 100,6 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index, setelah kekayaannya meningkat US$ 23,8 miliar tahun ini.

Sejak mewarisi bisnis penyulingan minyak dan petrokimia dari kerajaan mendiang ayahnya pada 2005, Ambani, 64 tahun, telah berusaha mengubah raksasa energi itu menjadi raksasa ritel, teknologi, dan e-commerce.

Unit telekomunikasinya, yang memulai layanannya pada 2016, kini menjadi operator dominan di pasar India.

Baca juga: Tajir Melintir, 6 Miliarder Kripto Ini Gabung ke Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Simak Profilnya

Melansir The Indian Expres, Usaha ritel dan teknologinya mengumpulkan sekitar US$ 27 miliar tahun lalu, menjual sahamnya kepada investor mulai dari Facebook Inc dan Google hingga KKR & Co. dan Silver Lake.

Baca juga: Ini Enam Miliuner Baru AS Dengan Kekayaan dari Perdagangan Kripto

Ambani meluncurkan dorongan ambisius ke energi hijau pada bulan Juni, dengan investasi yang direncanakan sekitar US$ 10 miliar selama tiga tahun.

Bulan lalu, sang maestro mengatakan perusahaannya akan “secara agresif” mengejar produksi hidrogen hijau yang lebih murah.

Baca juga: Hartanya Merosot Rp 8 Triliun, Donald Trump Kini Tak Masuk Daftar Orang Terkaya di AS Lagi

Rencana tersebut sejalan dengan ambisi Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk mengubah India menjadi pusat manufaktur global untuk bahan bakar yang lebih bersih guna memerangi perubahan iklim dan memangkas impor energi oleh konsumen minyak terbesar ketiga di dunia itu.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas