Tribun

Segera IPO di November 2021, Kakao Pay Diproyeksikan Bakal Peroleh Dana 1,3 Miliar Dolar AS

Kakao Pay telah memasarkan 17 juta saham untuk masing-masing senilai 60.000 won hingga 90.000 won

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Segera IPO di November 2021, Kakao Pay Diproyeksikan Bakal Peroleh Dana 1,3 Miliar Dolar AS
kontan
kakao pay 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan yang bergerak pada bisnis layanan pembayaran online terbesar Korea Selatan, Kakao Pay Corp., diproyeksikan dapat mengumpulkan 1,53 triliun won atau setara 1,3 miliar dolar AS, dalam penawaran umum perdananya setelah menetapkan harga saham di atas kisaran yang dipasarkan.

Seperti dilansir Tribunnews dari Bloomberg, Perusahaan menjual saham masing-masing seharga 90.000 won.

Kakao Pay telah memasarkan 17 juta saham untuk masing-masing senilai 60.000 won hingga 90.000 won, kisaran yang lebih rendah yang awalnya mencapai 96.000 won.

Baca juga: Pandemi, Omzet Startup Rewash Berlipat, dari Rp 200 Juta Menjadi Rp 2,5 Miliar

Startup yang didukung oleh Ant Group Co., ini mulai dipasarkan sekitar tiga bulan setelah perusahaan saudaranya KakaoBank Corp. mengumpulkan 2,3 miliar dolar AS dalam IPO terbesar kedua di Korea tahun ini.

Hasil IPO di Seoul kuartal terakhir lebih tinggi daripada di Hong Kong untuk pertama kalinya sejak 2017, di tengah ledakan untuk listing di negara Asia.

Namun, kesepakatan besar harus menyusut karena pihak berwenang menolak penilaian yang tinggi dan, baru-baru ini, memulai tindakan keras peraturan mereka sendiri yang serupa dengan yang terjadi di China.

Baca juga: Startup Ini Kumpulkan 500 Juta Dolar AS Demi Ambisi Hadirkan Mobil Terbang di 2024

Pada Juli, regulator meminta Kakao Pay untuk merevisi prospektusnya, sesuatu yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan pengembang game Krafton Inc. menjelang IPO senilai dolar 3,8 miliar.

“Regulasi yang lebih besar dari perusahaan internet adalah tren global yang telah meningkat di China dan baru-baru ini dimulai di Korea Selatan,” ujar Marvin Chen seorang analis Intelijen Bloomberg terkait sebelum IPO Kakao Pay.

Baca juga: Startup Ula Kembangkan Pasar Modern dengan Rantai Pasok Berbasis Digital di Shila at Sawangan

"Namun, regulator Korea telah menekankan intervensi apa pun akan menjadi minimum yang diperlukan untuk mencegah kurangnya persaingan," sambungnya.

Kakao Pay akan mulai diperdagangkan di Seoul pada 3 November. Samsung Securities Co., JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. adalah sponsor bersama untuk penawaran tersebut.

Sebagai informasi, Kakao Pay merupakan perusahaan fintech yang berasal dari unit layanan pesan seluler terkemuka Korea Selatan Kakao Corp.

Kakao Pay menyediakan layanan keuangan termasuk transfer uang, rekening tabungan, dan manajemen aset.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas