Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harga Terjun Bebas Sepanjang 2022, Investasi Aset Kripto Masih Punya Prospek?

Merujuk Coinmarketcap, pada pukul 11.30 WIB, Bitcoin berada di level US$ 29.709,05 atau telah turun 37,70% secara year to date.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Harga Terjun Bebas Sepanjang 2022, Investasi Aset Kripto Masih Punya Prospek?
ciat.org
Ilustrasi aset kripto 

Di satu sisi, dia juga menilai kondisi bearish aset kripto saat ini sangat berbeda dibandingkan kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan pasar saat ini yang telah dimasuki oleh banyak investor institusional.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Inflasi, Warga Argentina Beralih ke Kripto

Pada akhirnya, keberadaan investor institusional tersebut justru tidak akan membiarkan perbendaharaan aset Bitcoin mereka terperosok lebih jauh.

Alhasil, kondisi tersebut bisa menguatkan market untuk kembali bullish ke depannya.

Apalagi ke depannya industri kripto masih punya potensi yang sangat besar, oleh karena itu Cenmi optimistis aset kripto masih bisa kembali bullish.

Dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas, nantinya aset kripto tidak sebatas sebagai instrumen investasi.

Akan tetapi juga sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor, yang pada akhirnya akan memperkuat fundamental kripto itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor,” jelas Cenmi.

Transaksi Tetap Tumbuh

Di tengah tekanan yang dihadapi aset kripto sepanjang tahun ini, hal ini turut berdampak pada market cap industri kripto.

Mengawali tahun ini, market cap industri kripto masih sebesar US$ 2,19 triliun.

Namun, pada hari ini, Minggu (5/6), market cap industri kripto susut menjadi US$ 1,26 triliun, artinya sudah terjadi penyusutan sebesar 42,5 % pada periode tersebut.

Baca juga: Baru Mulai Investasi Kripto? Gunakan Dollar Cost Averaging untuk Mengurangi Risiko!

Cenmi mengakui imbas dari tren bearish aset kripto dalam beberapa pekan terakhir telah membuat market anjlok.

Sebagian investor telah panik sehingga melakukan banyak aksi jual dan memindahkan dananya ke aset yang tidak beresiko.

Walau begitu, ia menyebut kondisi tersebut tidak banyak memberi dampak yang signifikan terhadap trading volume aset kripto di Tokocrypto.

Sumber: Kontan
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas