Tribun

Mata Uang Kripto

Kunjungan Turis di El Salvador Melesat 82 Persen Usai Jadikan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Sah

Lonjakan turis ini mulai terjadi setelah negara pimpinan Nayib Bukele ini mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Kunjungan Turis di El Salvador Melesat 82 Persen Usai Jadikan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Sah
AFP/STHANLY ESTRADA
Orang-orang berbelanja di pasar bitcoin pada konferensi Latin Bitcoin (LABITCONF) di El Salvador, pada 18 November 2021. Sektor pariwisata El Salvador dilaporkan telah mengalami lonjakan turis sebanyak 82 persen atau sekitar 1,1 juta pengunjung selama kuartal pertama tahun 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SAN SALVADOR – Sektor pariwisata El Salvador dilaporkan telah mengalami lonjakan turis sebanyak 82 persen atau sekitar 1,1 juta pengunjung selama kuartal pertama tahun 2022.

Lonjakan ini mulai terjadi setelah negara pimpinan Nayib Bukele ini mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021.

Adanya perubahan ini lantas mengantarkan pertumbuhan pesat pada sektor pengembangan pariwisata lokal hingga produk domestik bruto (PDB) San Salvador.

Baca juga: Bitcoin Cs Ambles ke Harga 22.000 Dolar AS, Imbas Sikap Agresif The Fed

Lonjakan ini bahkan membuat El Salvador menjadi salah satu negara dengan tingkat pemulihan pariwisata terbaik di kawasan Amerika Tengah di sepanjang tahun 2022.

Sebelum diberlakukannya undang-undang Bitcoin, mayoritas pengunjung El Salvador berasal dari negara-negara tetangga. Namun setelah diberlakukannya UU tersebut kini hampir 60 persen wisatawan berasal dari Amerika Serikat.

Bahkan setelah Bitcoin dan sejumlah altcoin dilanda bear market, kunjungan wisatawan El Salvador pun tak menyusut.

Cointelegraph mencatat beberapa Bitcoiner terkenal seperti pengusaha dan penulis Price of Tomorrow Jeff Booth, CEO perusahaan kripto Fedimint Obi Nwosu, serta Samson Mow CEO dari platform jual beli Bitcoin Jan3 dikabarkan telah melakukan perjalanan ke El Salvador.

Menyusul yang lainnya investor kripto kondang seperti Max Keizer dan Stacey Herbert juga ikut memutuskan untuk tinggal di El Salvador, setelah negara bagian Amerika Timur ini melegalkan aset digital sebagai alat pembayaran.

Baca juga: Kepemilikan Bitcoin Pada Microstrategy Menyusut Hingga 917,8 Juta Dolar AS di Kuartal II-2022

Kepopuleran El Salvador sebagai surga Bitcoin bahkan telah memikat 44 bankir sentral dan ekonom dunia untuk menggunakan aplikasi Bitcoin Beach Wallet buatan El Salvador.

“El Salvador kini dikenal sebagai El Hodlador di beberapa kalangan, juga menjadi tuan rumah perkumpulan para bankir sentral pada Mei tahun ini,” ujar Tone Vays, analis Bitcoin asal AS.

Rencananya untuk meningkatkan jumlah investor di negaranya, Nayib Bukele akan menggelar konferensi Adopting Bitcoin atau yang disebut KTT Petir pada bulan November tahun 2022. Nantinya acara ini akan dihadiri 80 pakar Bitcoin serta Lightning Network dari berbagai belahan dunia.

Dengan digelarnya acara tersebut direktur umum Proyek Strategis Kementerian Pariwisata El Salvador, Alex Bonilla berharap agar jumlah kunjungan El Salvador dapat meningkat menjadi 57.500 pengunjung 60 juta. Dengan jumlah ini jumlah devisa akan bertambah menjadi 60 juta dolar AS pada akhir tahun 2022.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas