Tribun

Samsung Jadi Investor Paling Aktif di Industri Blockchain

Kini Samsung menjadi investor paling aktif di perusahaan blockchain sejak satu tahun terakhir.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Samsung Jadi Investor Paling Aktif di Industri Blockchain
Samsung Electronics
Kini Samsung menjadi investor paling aktif di perusahaan blockchain sejak satu tahun terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL -  Industri kripto yang terus mengalami pertumbuhan, telah membuat Samsung raksasa teknologi asal Korea Selatan ini kepincut untuk bergabung dalam dunia cryptocurrency.

Kini Samsung menjadi investor paling aktif di perusahaan blockchain sejak satu tahun terakhir.

Menurut data yang diterbitkan perusahaan riset blockchain Blockdata, sejak September 2021 hingga Juni 2022 setidaknya Samsung telah berpartisipasi dalam 13 putaran pendanaan, termasuk usaha teknologi iklim Flowcarbon, penerbit Bored Apes Yacht Club Yuga Labs, perusahaan game blockchain Animoca Brands, dan Axie Infinity pemilik Sky Mavis.

Pendanaan tersebut dilakukan Samsung untuk memperluas ekspansinya pada dunia blockchain, kecerdasan buatan, hingga Metaverse.

Meski pihak Samsung tidak merinci berapa banyak dana yang telah digelontorkan perusahaan dalam  investasi di masing-masing perusahaan blockchain tersebut.

Dilansir dari Cointelegraph total dana yang telah diguyurkan Samsung untuk mendanai 13 perusahaan itu sudah mencapai 979,26 juta dolar AS atau sekitar Rp 14.52 Miliar (Dengan satuan USD Rp 14.828).

Baca juga: Bos Samsung Ungkap Pentingnya Ponsel Lipat untuk Kuasai Pangsa Pasar Smartphone

Selain Samsung, Blockdata memperkirakan bahwa ada 40 perusahaan teratas lainnya yang telah menginvestasikan sekitar 6 miliar dolar AS ke dalam startup blockchain dalam periode September 2021 hingga Juni 2022.

Perusahaan tersebut diantaranya Google, BlackRock, Morgan Stanley, Goldman Sachs, BNY Mellon, PayPal, Microsoft, Commonwealth Bank, Prosus,  serta Tencent.

Menyusul yang lainnya layanan perbankan Citi, UOB, Wells Fargo dan American Express, hingga perusahaan elektronik LG juga turut bergabung dalam pendanaan di berbagai perusahaan blockchain.

Baca juga: Spotify dan Samsung Perluas Kemitraan dengan Memperbanyak Uji Coba Gratis

Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya adopsi masyarakat global pada dunia blockchain dan kripto.

“Banyak dari ini perusahaan besar masuk ke industri seperti game, seni dan hiburan, serta teknologi buku besar terdistribusi (DLT),” ungkap laporan Blockdata.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas