Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Otomotif

Tidak Mampu Nyicil, Nasabah Diminta Ikhlas Motornya Disita

APPI menilai debt collector menjalankan tugasnya untuk menarik kendaraan bermotor yang kreditnya macet.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Tidak Mampu Nyicil, Nasabah Diminta Ikhlas Motornya Disita
HO/klinikhutang.com
Ilustrasi debt collector 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan Khadiran penagih utang (debt collector) sering ditolak oleh nasabah.

Padahal APPI menilai debt collector menjalankan tugasnya untuk menarik kendaraan bermotor yang kreditnya macet.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno meminta lembaga pembiayaan menggunakan kontrak di dalam UU Fidusia saat akad pembelian motor. Karena di dalam regulasi tersebut mewajibkan nasabah ikhlas jika tidak mampu membayar kredit.

"Dibuatkan satu pernyataan pengikatan Fidusia. Saat dia (nasabah) tanda tangan, mengerti selama masa kredit, harus secara sukarela menyerahkan," ujar Suwandi.

Selain itu debt collector sudah dibantu oleh Polri saat menyita kendaraan bermotor. Pasalnya 80 persen laporan warga protes saat ditarik kendaraan bermotor karena tidak mampu bayar cicilan.

"Pesan dari Polri untuk menurunkan laporan penarikan kendaraan bermotor," ungkap Suwandi.

Suwandi menambahkan saat kredit tidak mampu dibayar, nasabah mencoba pindah tangan kendaraan bermotor. Hal itu bisa dicegah melalui UU Fidusia.

Berita Rekomendasi

"Kalau nasabah mau melapor pindah tangan sudah salah," jelas Suwandi.

Secara garis besar UU Fisuia adalah perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi suatu prestasi. Sehingga saat nasabah tidak mampu bayar, hak debitur untuk menarik kendaraan bermotor yang masih dalam proses kredit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas