Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Enam Hal Ini Jadi Tantangan Mempercepat Era Kendaraan Listrik di Indonesia, Apa Saja?

Djoko Siswanto mengungkap ada enam tantangan untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Enam Hal Ini Jadi Tantangan Mempercepat Era Kendaraan Listrik di Indonesia, Apa Saja?
HANDOUT
Bus listrik Damri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong berbagai upaya untuk mempercepat era kendaraan listrik di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto, mengungkap ada enam tantangan untuk mempercepat kendaraan listrik nasional.

"Peraturan Presiden terkait dengan kendaraan listrik ini ada dua. Yang pertama mengenai Perpres Rencana Umum Energi Nasional dan yang kedua Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan pemanfaatan kendaraan listrik. Di situ saya mencatat ada enam tantangan dalam kita meningkatkan pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia," tutur Djoko dalam diskusi daring, Senin (24/5/2021).

Tantangan pertama, masalah koordinasi dari berbagai kementerian yang terlibat dalam kedua Perpres tersebut.

Baca juga: Kini Anggota DPR Punya Pelat Nomor Kendaraan Khusus

"Harus ada beberapa standarisasi yang perlu kita buat," terang Djoko.

Tantangan kedua, dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019, mencantumkan adanya kewajiban TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri.

Baca juga: Polri: 42.307 Kendaraan Diminta Putar Balik di Lokasi Wisata

Tahun 2023, TKDN diwajibkan minimum 40 persen, kemudian sampai dengan tahun 2025 sebesar 60 persen dan 2026 ke atas itu 80 persen.

Baca juga: Damri Konversi Bus Konvensional ke Listrik

"Nah jantung dari kendaraan listrik ini adalah baterai. Kita juga sudah sepakat akan membangun pabrik baterai tahun ini di Jawa Barat nanti pada bulan Agustus. Namun kendalanya adalah kita memerlukan investasi dan waktu yang cukup, agar kita sesuai dengan target yang telah dituangkan dalam Perpres Nomor 55," kata Djoko.

Ketiga, masalah harga dan infrastruktur. Mobil listrik dinilai belum seluruhnya terjangkau oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan low cost.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas