Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Transjakarta: Seluruh Armada Tidak Ada yang Pakai Ban Vulkanisiran

Manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan seluruh unit armada busnya tidak menggunakan ban vulkanisir.

Transjakarta: Seluruh Armada Tidak Ada yang Pakai Ban Vulkanisiran
IST
Armada Transjakarta TJ 217 yang mengalami kerusakan ban depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Beredar kabar bus Transjakarta menggunakan ban jenis vulkanisir alias ban bekas yang dilapis ulang. Hal itu terlihat dari sebuah foto memperlihatkan bus Transjakarta alami kerusakan dengan ban yang nampak punya lapisan, di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021) kemarin dan diunggah di Instagram.  

Menanggapi hal tersebut, manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan seluruh unit armada busnya tidak menggunakan ban vulkanisir.

Direktur Utama Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo memastikan pihaknya memberi pelayanan hingga fasilitas terbaik kepada pengguna jasa mereka. Ia membantah armadanya memakai ban bekas yang dikompon ulang.

"Kami tidak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada baik swakelola maupun milik operator," kata Jhony dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Imbas Pengerjaan Proyek Jembatan Integrasi di CSW, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Layanan

Ia menjelaskan bus yang alami kerusakan sebagaimana kabar tersebut adalah milik swakelola Transjakarta dengan nomor body TJ217 rute PGC - Harmoni (5C). Armada tersebut alami pecah ban depan saat melintas di lampu merah Harmoni.

Baca juga: Transjakarta Aktifkan Lagi 2 Rute Layanan Premium Royaltrans

Saat melaju ban depan bus sudah mengalami sobek di sekelilingnya. Pihak Transjakarta masih menginvestigasi kejadian ini guna mengetahui penyebabnya.

"Ini murni pecah ban. Semua ban kita original hanya saja pada armada tersebut ban produksi 2016, sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah bukan berarti vulkanisir. Sebab, pada ban original pun bisa terjadi," jelas dia.

Terkait uji KIR, Jhony menyebut armada yang alami pecah ban terakhir kali melakukan pemeriksaan pada 9 Februari 2021, dan dinyatakan lolos.

"Bus terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas