Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cicilan Motor Menunggak, Bagaimana Sebenarnya Antisipasi Leasing? Begini Jawaban FIFGROUP

Masyarakat diminta berhati-hati terhadap penipuan, pencurian, ataupun perampasan dengan modus penarikan unit yang mengatasnamakan perusahaan leasing.

Cicilan Motor Menunggak, Bagaimana Sebenarnya Antisipasi Leasing? Begini Jawaban FIFGROUP
IST
Operation Director FIFGROUP, Setia Budi Tarigan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis pembiayaan kendaraan seperti sepeda motor dan barang elektronik selama ini akrab dengan kejadian nasabah menunggak cicilan.

Di masyarakat muncul persepsi aksi main tarik paksa juru tagih leasing kepada debitur yang mendatangi kediaman debitur atau mengambil paksa kendaraan yang menunggak cicilannya tersebut di jalan.

Menanggapi fenomena ini, Operation Director FIFGROUP, Setia Budi Tarigan mengatakan, pada prinsipnya perusahaannya tetap memegang pada ketentuan yang berlaku untuk aturan main penarikan unit yang cicilannya menunggak.

 "FIFGROUP selalu mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku, di mana setiap juru tagih yang melakukan penarikan unit memiliki sertifikat dan surat kuasa dari perusahaan mitra yang bekerja sama dengan FIFGROUP,” kata Setia Budi Tarigan

Pihaknya justru menghimbau seluruh pelanggan FIFGROUP untuk selalu berhati-hati terhadap penipuan, pencurian, ataupun perampasan dengan modus penarikan unit yang mengatasnamakan perusahaannya.

Baca juga: DFSK Gelar Pameran di 50 Mal, Ada DP Rendah 20 Persen dan Cicilan 3 Jutaan untuk Gloryi-Auto

"Pastikan kelengkapan identitas orang yang melakukan penarikan unit sudah lengkap, seperti membawa kelengkapan dokumen yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Setia Budi Tarigan saat jadi pembicara di acara webinar bertajuk “Implikasi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 Terhadap Jaminan Fidusia dalam Tataran Teori dan Implementasi” yang diselenggarakan Kamis (24/06/2021).

Baca juga: Kesulitan Angsur Cicilan, Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Babak-belur Dihajar Pandemi

Webinar ini diikuti 600 peserta lebih, termasuk jajaran direksi dan manajemen FIFGROUP serta advokat dan mitra yang bekerja sama dengan FIFGROUP.

Tampil sebagai narasumber adalah Penyidik Madya Bareskrim Polri Kombes Pol Ario Gatut Kristianto dan Ahli Hukum Pidana dan akademisi Dr. Chairul Huda, S.H., M.H.

Baca juga: Indonesia Negara Pertama yang Pasarkan Toyota Raize 1.200 CC

Webinar ini mendapatkan respon positif dari para peserta. Banyak dari mereka menanyakan ihwal Implikasi Putusan MK terhadap implementasi eksekusi jaminan fidusia.

Penyidik Madya Bareskrim Polri Kombes Pol Ario Gatut Kristianto mengatakan, ekskusi jaminan fidusia dapat dilakukan apabila terjadinya wanprestasi atau cidera janji terhadap perjanjian yang telah disepakati oleh kreditur dan debitur, di mana tetap harus memperhatikan segala aspek hukum yang berlaku.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas