Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Begini Cara Membedakan Pelek Orisinal dan Replika untuk Mobil

Pelek orisinal adalah pelek yang dari sisi desain, nama, logo dibuat oleh brand otomotif sendiri.

Begini Cara Membedakan Pelek Orisinal dan Replika untuk Mobil
IST
Pelek replika biasanya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pelek orisinalnya. Pelek orisinal harganya pasti lebih tinggi karena melibatkan banyak tahapan dalam proses produksinya. 

“Pelek itu salah satu komponen yang menunjang keamanan dan keselamatan penumpang di dalam mobil. Makanya proses pembuatan pelek tidak bisa dilakukan sembarangan, semuanya harus diperhitungkan secara matang,” ujar Hendra Wijaya (9/7/2021).

Ada baiknya Anda menghindari penggunaan pelek replika yang berisiko.

"Walaupun aman di kantong, namun belum tentu aman buat diajak nyelonong. Apalagi penggunaan daily use, tetap berhati-hati,” Hendra menyarankan.

Fenomena pelek replika memang sudah ramai diperbincangkan beberapa tahun ke belakang. Penggunanya cukup banyak, dan memang tidak ada yang melarang untuk menggunakannya.

Namun keselamatan berkendara tetap harus diprioritaskan, hal ini dilakukan bukan demi keselamatan diri sendiri saja, melainkan pengguna jalan lainnya.

Hendra menjelaskan, ada 2 faktor yang menjadi pembeda antara pelek replika dan orisinal. Biasanya dari harga dan kualitas.

Hendra menjelaskan, pelek replika biasanya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan pelek orisinalnya. Pelek orisinal harganya pasti lebih tinggi karena melibatkan banyak proses, mulai dari proses konsep desain, riset bahan, pengujian kekuatan, hingga proses produksi.

Tahap-tahap ini sangat memakan waktu dan biaya.

"Sedangkan replika hanya menduplikasi desain pelek orisinal dan diproduksi kembali dengan metode casting agar menekan harga yang lebih murah,” bebernya.

“Faktor kedua adalah sisi kualitas. Demi menekan biaya, biasanya pelek replika cenderung kompromi di bahan, metode produksi, quality control, dan finishingnya kurang rapi dibandingkan pelek asli,” lanjut Hendra.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas