Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Otomotif
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Produksi Honda Terhambat, Konsumen Brio Harus Inden 2 Bulan

Yusak Billy mengatakan, terganggunya proses produksi berdampak pada penjualan hingga inden unit.

Produksi Honda Terhambat, Konsumen Brio Harus Inden 2 Bulan
Istimewa via Kontan
Honda Brio. Proses produksi PT Honda Prospect Motor (HPM) mengalami gangguan akibat terhambatnya suplai komponen. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses produksi PT Honda Prospect Motor (HPM) mengalami gangguan akibat terhambatnya suplai komponen.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, terganggunya proses produksi berdampak pada penjualan hingga inden unit.

"Kami mengalami banyak kendala oleh keterbatasan komponen. Jadi bulan September ini mengalami penurunan yang sangat signifikan, karena mengalami limitasi di part tersebut. Dimana yang biasanya kita bisa produksi sampai 10.000 unit, September kemarin kita hanya sekitar 3.000 unit karena limitasi part," tutur Billy, Kamis (8/10/2021).

Keterbatasan komponen ini mempengaruhi pada waktu tunggu atau inden pemesanan unit, termasuk Honda Brio.

Honda meminta maaf kepada seluruh konsumen Brio karena harus menunggu sedikit lebih lama untuk mendapatkan unit yang diinginkan.

Baca juga: Libatkan Developer Game Lokal, Honda Gelar Kompetisi Balap Brio Virtual Drift Challenge Seri 2

"Brio ini demand banyak, biasa kita bisa jual 5.000 unit lebih, tetapi September itu hanya sekitar 1.000 unit, jadi ada inden di sana. Kalau kami lihat, secara nasional bisa kami penuhi 1-2 bulan ke depan tergantung daerahnya. Mohon maaf konsumen harus mundur karena terkendala part limitasi," ujar Billy.

Lebih lanjut HPM menyebut bahwa para pemasok komponen saat ini tengah melakukan recovery untuk memenuhi permintaan.

"Pemasok kami sudah berusaha merecovery secepatnya dan bulan ini sudah alami kenaikan yang baik. Jadi November sangat baik dan kita harapkan normal secepatnya, sehingga konsumen bisa dapatkan kendaraan itu secepatnya," imbuhnya.

berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas