Tips Perawatan Kendaraan Untuk Perempuan, Ada 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berkendara
Selain kemampuan mengemudi yang baik, hal lain yang perlu dikuasai oleh perempuan adalah melakukan perawatan mobil kesayangan.
Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekarang mengemudi mobil bukan hanya bisa dilakukan pria, perempuan pun banyak yang telah menguasai keahlian ini.
Selain kemampuan mengemudi yang baik, hal lain yang perlu dikuasai oleh perempuan adalah melakukan perawatan mobil kesayangan.
Perawatan dibutuhkan untuk memastikan komponen mobil selalu dalam kondisi prima untuk menghindari potensi masalah seperti mogok atau kecelakaan di jalan.
Baca juga: Mitsubishi Motors Akan Perkenalkan Dua Mobil Konsep di Tokyo Auto Salon 2022
Auto2000 memberikan tips merawat mobil untuk perempuan. Berikut langkah perawatan ringan mobil yang bisa dilakukan sendiri di rumah.
1. Rajin Memanaskan Mesin
Jika mobil jarang digunakan, sebaiknya memanaskan mesin sebanyak tiga kali seminggu atau minimal satu kali dalam seminggu supaya kualitas oli tidak menurun.
Mesin yang lama tidak dinyalakan membuat oli mesin mengendap terlalu lama, sehingga begitu mesin dinyalakan akan ada komponen mesin yang seharusnya terlumasi namun tidak terkena pelumasan.
Hal ini akan menyebabkan keausan dan mempercepat proses kerusakan mesin mobil. Selain tentunya terjadi proses oksidasi yang bisa merusak formula kimia oli mesin.
2. Cek Kondisi Ban Mobil
Sebelum berkendara di pagi hari, pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan karena akan mempengaruhi kenyamanan, pengendalian dan keawetan pemakaian ban.
Sempatkan memeriksa kondisi ban, apakah terlihat benda tajam atau kerikil menancap pada alur telapak ban yang dapat merusak telapak ban dan membuat ban bocor halus.
Termasuk memastikan ketebalan telapak ban masih di atas Tread Wear Indicator (TWI) untuk menjaga daya cengkeram ban.
Periksa pula kondisi dinding ban dari potensi sobek atau benjol yang membahayakan jika dipaksakan dipakai.
Baca juga: Penjualan Mobil di Indonesia Berhasil Kalahkan Thailand