Tribun Otomotif

PT INKA Belanja 53 Bus Listrik untuk Operasional Damri di Surabaya dan Bandung

PT INKA berinvestasi di bisnis transportasi melalui pembelian 53 unit bus listrik yang akan dioperasikan Perum Damri lewat skema Buy The Service.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
zoom-in PT INKA Belanja 53 Bus Listrik untuk Operasional Damri di Surabaya dan Bandung
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bus Listrik TransJakarta melintas di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022). PT INKA membeli 53 bus listrik melalui skema pinjaman dari Bank Muamalat untuk selanjutnya dioperasikan Perum Damri sebagai armada bus kota di Kota Bandung dan Surabaya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Industri Kereta Api atau PT INKA berinvestasi di bisnis transportasi melalui pembelian 53 unit bus listrik yang selanjutnya dioperasikan oleh Perum Damri lewat skema Buy The Service (BTS). 

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, puluhan bus listrik tersebut nantinya akan dioperasikan Perum Damri di Kota Surabaya dan Bandung. 

Sebelum dioperasikan oleh Damri, bus-bus tersebut akan digunakan untuk angkutan delegasi KTT G20 di Nusa Dua Bali, November 2022 ini.

"Ada 53 bus listrik yang nanti setelah G20 ini digunakan di Surabaya dan Bandung, yang mengoperasikan Perum Damri," ujarnya di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (30/9/2022). 

Dia mengungkapkan, untuk pembelian 53 unit bus listrik ini PT INKA mendapatkan fasilitas pembiayaan dari PT Bank Muamalat Tbk.

"Dana ini untuk membackup pengadaan bus listrik ya, jadi pemerintah punya program namamya Buy The Service. Itu sudah kontrak dengan Perum Damri, nah Perum Damri ambil bus listrik dari PT INKA, jadi ini aman," kata Budi. 

Baca juga: Bank Muamalat Biayai Proyek Bus Listrik PT INKA Rp 150 Miliar Buat G20 di Bali

Menurutnya, underlying dari proyek bus listrik tersebut jelas, yakni pemerintah. Pemerintahmelalui Kementerian Perhubungan yang akan membayar operasional bus-bus tersebut saat sudah dikelola Perum Damri

"Ini kebijakan Kementerian Perhubungan, sudah diputuskan dan sudah kontrak antara Kementerian Perhubungan dan Damri. Jadi, ini aman sebetulnya," ujarnya.

"Bus-bus itu nanti akan dibayar oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan melalui Buy The Service, kita siapkan sarananya, yang operasionalkan Damri," pungkasnya.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon, Chandra Asri Operasikan Bus Listrik Produk Dalam Negeri

Diberitakan sebelumnya, PT Bank Muamalat Indonesia  menyalurkan pembiayaan kepada PT INKA senilai Rp 150 miliar. 

Fasilitas pembiayaan ini akan digunakan oleh PT INKA untuk proyek pengadaan bus listrik sebagai sarana transportasi pada gelaran KTT G20 di Bali pada Oktober hingga November 2022 mendatang. 

"Setelah kita dapat investor baru, BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), salah satu target market kami adalah kita ingin kolaborasi dengan BUMN. Salah satunya PT INKA dan ada beberapa lain dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Selain digunakan untuk mendukung pelaksanaan G20, pembiayaan pengadaan bus listrik ini juga ditujukan untuk proyek penyediaan transportasi umum daerah Surabaya dan Bandung hasil kerja sama PT INKA dan Perum Damri lewat skema Buy The Service.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas