Strategi KTB Melawan Banjir Truk China, Nggak Turunkan Harga Tapi. . .
Banjir impor truk China yang didatangkan CBU cenderung dibiarkan pemerintah dan memicu persaingan pasar yang tidak sehat.
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Banjir impor truk China yang didatangkan CBU cenderung dibiarkan pemerintah dan memicu persaingan pasar yang tidak sehat.
- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyiapkan langkah antisipasif mempertahankan dominasi market share di pasar truk Indonesia melawan penetrasi truk impor dari China.
- Perusahaan menempuh strategi penguatan after sales termasuk memperluas jaringannya dan tidak akan menurunkan harga jual truk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan posisi sebagai market leader di pasar truk Indonesia sekaligus melawan agresifnya ekspansi truk China yang masuk ke Indonesia.
Sudaryanto, General Manager of Business Communication PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors mengatakan, untuk mempertahankan pasar truk Fuso di Indonesia dan mengantisipasi kompetisi yang semakin sengit dengan truk China, KTB tidak mungkin melawannya dengan menurunkan harga jual.
KTB lebih memilih strategi lain dengan meningkatkan layanan after sales service Mitsubishi Fuso, termasuk dengan menambah jaringan diler resmi dan dukungan after sales di daerah remote.
"Harga truk impor (dari China) lumayan murah. Fuso tidak mungkin ikut ikutan. Kami sudah 55 tahun di Indonesia," kata Sudaryanto di acara Fuso Exclusive Lunch dengan pemimpin redaksi sejumlah media massa di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
"Kami akan fokus pada layanan after sales yang terintegrasi dengan fokus pada zero down time armada agar bisa beroperasi maksimal. Pemenang persaingan bukan pada mereka yang kasih harga murah tapi siapa yang dapat memberikan garansi uptime," beber Sudaryanto.
Sudaryanto memaparkan, selama 2025 pihaknya menambah 5 diler baru berlokasi di Bengkulu, Pekanbaru, Yogyakarta, Garut dan Ampah.
Baca juga: Banjir Impor Truk China Bikin Utilisasi Pabrik Hino Merosot Jadi 25 Persen di 2025
"Kita juga menambah jumlah Bengkel Siaga di Pekanbaru dan Magelang," ungkapnya.
Pihaknya juga memperluas jangkauan mobile workshop alias bengkel mobile. "Untuk konsumen yang tak bisa datangi diler kami miliki mobile workshop," kata Sudaryanto.
"Untuk konsumen plantation dan tambang kami memiliki service point dan parts depo untuk konsumen yang lokasinya jauh dari diler kami. Suku cadang bisa dibeli online. Kita juga punya teknologi telematik digital untuk pantau performa armada," imbuhnya.
Pihaknya juga menggencarkan aktivitas dengan para pemilik dan pengemudi truk melalui komunitas seperti Canter Mania Community di berbagai aktivitas offline.
Baca juga: Truk China Euro 2 Jadi Ancaman, KTB Minta Regulasi Fair di Bisnis Kendaraan Niaga
Dia mengatakan, pengemudi truk sangat berperan membantu meningkatkan volume penjualan truk Fuso di Indonesia.
"Kami banyak dapatkan feedback dari konsumen di event event offline yang kami selenggarakan. Kami juga maintain komunikasi dengan driver karena driver banyak pengaruhi keputusan pembelian oleh pengusaha truk."
"Kami memiliki komunikasi truk terbesar di Indonesia yakni Canter Mania Community yang tahun lalu kami gathering di Purwokerto dihadiri 3.000 truk," sebutnya.
Untuk program 2026, Sudaryanto mengatakan, tahun ini sangat challenging. Di APBN 2026 pertumbuhan ekonomi diprediksi sekitar 5 persen.
Baca tanpa iklan