Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Otomotif
LIVE ●

Strategi KTB Melawan Banjir Truk China, Nggak Turunkan Harga Tapi. . . 

Banjir impor truk China yang didatangkan CBU cenderung dibiarkan pemerintah dan memicu persaingan pasar yang tidak sehat.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Strategi KTB Melawan Banjir Truk China, Nggak Turunkan Harga Tapi. . . 
dok. KRM
TRUK CHINA MENYERBU PASAR - Aktivitas perakitan truk medium duty Mitsubishi Fuso Fighter X Euro 4 di pabrik PT Kramayudha Ratu Motor di kawasan Rawa Terate, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 12 November 2025. 

Tantangan lainnya, penetrasi truk impor ilegal semakin agresif, sementara janji insentif otomotif dari pemerintah belum pasti akan digulirkan.

Menurutnya, industri otomotif lokal membutuhkan dukungan insentif pemerintah agar pasar kembali menggeliat. "Ini diperlukan karena di 2025 (penjualan) kita tak capai target.
Tantangan lain, permintaan ekspor juga stagnan,"beber Sudaryanto. 

Hal yang menggembirakan sekaligus menjadi peluang di 2026, ada upaya pemerintah melakukan percepatan di sektor logistik yang diharapkan ikut mengerek pembelian truk baru oleh dunia usaha.

"Penetrasi truk China dampaknya luas ke otomotif, tidak hanya ke kami tapi juga ke yang lain seperti industri karoseri. Kita ingin industri otomotif fair dan berlangsung secara sehat," tegas Sudaryanto.

Yosuke Odake, Sales & Marketing Director PT KTB Yosuke Udake menilai, pasar kendaraan niaga di Indonesia sudah sangat berubah jika dibandingkan di tahun 2009. "Saat itu hampir tidak ada brand truk dari China," kata dia.

"Ada brand yang (bergabung) di Gaikindo dan ada yang tidak ada di Gaikindo itu membuat kita kesulitan berkompetisi. Harganya murah sekali tapi after sales servicenya tak terjamin," imbuhnya.

Aji Jaya menambahkan, di tengah permintaan pasar truk di 2025 yang turun, Fuso berhasil mempertahankan market leader berdasar data Gaikindo sebesar 39,9 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Di segmen truk ringan atau light duty truck (LDT), pangsa pasar truk Canter mencapai 55,1 persen. Sementara di segmen truk medium duty (MDT) sebesar 14,4 persen yang diwakili oleh truk Fighter. 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas