Harga BBM Naik, Studi Ungkap Warna Mobil Berpengaruh pada Efisiensi Bahan Bakar
Sebuah studi mengungkap kalau warna mobil ternyata dapat memengaruhi efisiensi penggunaan bahan bakar.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Harga BBM Naik, Studi Ungkap Warna Mobil Berpengaruh pada Efisiensi Bahan Bakar
Ringkasan Berita:
- Mobil warna gelap menyerap panas lebih banyak, sehingga AC bekerja lebih keras dan konsumsi BBM berpotensi meningkat.
- Mobil warna terang lebih efisien, karena mampu memantulkan panas dan mengurangi beban sistem pendingin.
- Temuan ini relevan di Indonesia, terutama di tengah cuaca tropis, kemacetan perkotaan, dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pengeluaran BBM.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pengeluaran transportasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, sebuah studi mengungkap kalau warna mobil ternyata dapat memengaruhi efisiensi penggunaan bahan bakar, khususnya saat cuaca panas.
Mengutip lansiran WN, Kamis (11/6/2026), penelitian tersebut menunjukkan kalau mobil berwarna gelap, seperti hitam atau biru tua, menyerap lebih banyak panas matahari dibandingkan mobil berwarna terang.
Baca juga: Harga Pertamax di Indonesia Melonjak, BBM di Malaysia Turun 2 Kali sejak Akhir Mei 2026
Akibatnya, suhu di dalam kabin bisa mencapai 5 hingga 6 derajat Celsius lebih tinggi meski diparkir di lokasi yang sama.
Kondisi itu membuat sistem pendingin udara (AC) harus bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu kabin.
Beban tambahan pada kompresor AC pada akhirnya meningkatkan kerja mesin dan berdampak pada konsumsi bahan bakar.
"Sebaliknya, mobil dengan warna terang seperti putih atau perak mampu memantulkan hingga sekitar 60 persen sinar matahari," tulis laporan itu merujuk pada hasil studi.
Efek ini membantu menjaga suhu kabin tetap lebih rendah sehingga AC dapat mencapai suhu ideal dalam waktu yang lebih singkat.
Studi tersebut juga menyebutkan kalau penggunaan AC pada kapasitas maksimum dalam kondisi panas dapat menurunkan efisiensi bahan bakar kendaraan hingga 20 persen, terutama saat digunakan di jalan perkotaan yang padat.
Karena kabin mobil berwarna gelap cenderung lebih panas, pengemudi biasanya mengoperasikan AC lebih lama.
Kebiasaan ini diperkirakan membuat konsumsi bahan bakar meningkat sekitar 2 persen dibandingkan kendaraan berwarna terang dengan pola perjalanan yang sama.
Selain berdampak pada pengeluaran, penggunaan energi yang lebih efisien juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi kendaraan.
Beberapa kajian memperkirakan bahwa mobil berwarna terang dapat membantu menekan emisi gas buang hingga hampir 1,9 persen karena beban kerja mesin lebih ringan.
Mobil dengan warna terang juga hanya membutuhkan kapasitas pendinginan sekitar 13 persen lebih rendah untuk menjaga kenyamanan penumpang, sehingga tekanan terhadap sistem AC dan mesin dapat dikurangi.
Bisa Jadi Trik Sederhana Hemat Bahan Bakar
Dalam situasi kenaikan harga BBM non-subsidi Indonesia, temuan ini menjadi relevan untuk jadi opsi penghematan bahan bakar, terlebih karena sebagian besar wilayah memiliki iklim tropis dengan suhu udara yang tinggi sepanjang tahun.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar, pengendara sering menghadapi kemacetan yang membuat AC kendaraan menyala hampir sepanjang perjalanan.
Di tengah tren kenaikan harga BBM dan meningkatnya biaya operasional kendaraan, selisih konsumsi bahan bakar sekitar 2 persen mungkin terlihat kecil.
Namun, bagi komuter harian, pengemudi transportasi daring, hingga keluarga yang rutin menggunakan mobil pribadi, akumulasi tambahan konsumsi BBM tersebut dapat berdampak pada pengeluaran bulanan.
Karena itu, selain menerapkan gaya berkendara hemat energi, menjaga tekanan ban, dan melakukan servis berkala, faktor sederhana seperti memilih warna kendaraan, memarkir mobil di tempat teduh, serta menggunakan pelindung kaca depan dapat menjadi langkah tambahan untuk membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar di tengah kondisi cuaca panas dan biaya BBM yang terus menjadi perhatian masyarakat.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.